alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

IGD RSUD Grati Kembali Buka, Hanya Terima Pasien yang Parah

GRATI, Radar Bromo – Usai menutup layanan instalasi gawat darurat (IGD) selama tiga hari, RSUD Grati Kabupaten Pasuruan kembali menerima pasien. Namun agar bed occupancy rate (BOR) tidak sampai overload, pihak rumah sakit membatasi bagi pasien Covid-19 yang parah.

Direktur RSUD Grati, drg Dyah Retno Lestari mengungkapkan, tempat yang dikelolanya sempat menutup layanan IGD sejak Sabtu (10/7) hingga Selasa (13/7). Dan Selasa (13/7) sekitar pukul 07.00, rumah sakit sudah menerima pasien. Saat ini kondisi BOR penuh, namun tidak overload.

“Sebelumnya, BOR untuk rawan inap Covid-19 mencapai 111 persen. Sementara di intensive care unit (ICU) mencapai 100 persen. Belum lagi sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terpapar. Selama penutupan itu, Alhamdulillah, ada pasien di rawat inap yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Pasien Overload, Nakes Banyak Terpapar, IGD RSUD Grati Tutup

Retno menjelaskan, saat ini untuk ruang ICU dari kapasitas tujuh tempat tidur (TT), sudah terisi 10 pasien. Sementara, untuk rawat inap terisi 100 persen atau sebanyak 31 tempat tidur (TT). Karena kondisi ruangan untuk Covid-19 sudah normal, maka saat ini rumah sakit sudah menerima pasien lagi. Namun khusus gejala Covid, pihaknya lebih memprioritaskan pada mereka yang sudah parah.

Sementara untuk yang baru bergejala, pihaknya akan mengarahkan pasien untuk pergi ke Puskesmas terdekat. Jika memang cukup dilakukan isolasi mandiri, maka yang bersangkutan bisa berkoordinasi dengan Puskesmas dan tim dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu takut.

“Masyarakat tetap bisa berobat. Nanti dilihat keluhannya apa. Jika memang tidak parah, ya bisa langsung ke puskesmas dulu. Kalau gejalanya parah, baru ditangani rumah sakit. Jadi tidak sampai overload atau kelebihan pasien, seperti Sabtu lalu,” sebut Retno. (riz/fun)

GRATI, Radar Bromo – Usai menutup layanan instalasi gawat darurat (IGD) selama tiga hari, RSUD Grati Kabupaten Pasuruan kembali menerima pasien. Namun agar bed occupancy rate (BOR) tidak sampai overload, pihak rumah sakit membatasi bagi pasien Covid-19 yang parah.

Direktur RSUD Grati, drg Dyah Retno Lestari mengungkapkan, tempat yang dikelolanya sempat menutup layanan IGD sejak Sabtu (10/7) hingga Selasa (13/7). Dan Selasa (13/7) sekitar pukul 07.00, rumah sakit sudah menerima pasien. Saat ini kondisi BOR penuh, namun tidak overload.

“Sebelumnya, BOR untuk rawan inap Covid-19 mencapai 111 persen. Sementara di intensive care unit (ICU) mencapai 100 persen. Belum lagi sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terpapar. Selama penutupan itu, Alhamdulillah, ada pasien di rawat inap yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Pasien Overload, Nakes Banyak Terpapar, IGD RSUD Grati Tutup

Retno menjelaskan, saat ini untuk ruang ICU dari kapasitas tujuh tempat tidur (TT), sudah terisi 10 pasien. Sementara, untuk rawat inap terisi 100 persen atau sebanyak 31 tempat tidur (TT). Karena kondisi ruangan untuk Covid-19 sudah normal, maka saat ini rumah sakit sudah menerima pasien lagi. Namun khusus gejala Covid, pihaknya lebih memprioritaskan pada mereka yang sudah parah.

Sementara untuk yang baru bergejala, pihaknya akan mengarahkan pasien untuk pergi ke Puskesmas terdekat. Jika memang cukup dilakukan isolasi mandiri, maka yang bersangkutan bisa berkoordinasi dengan Puskesmas dan tim dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu takut.

“Masyarakat tetap bisa berobat. Nanti dilihat keluhannya apa. Jika memang tidak parah, ya bisa langsung ke puskesmas dulu. Kalau gejalanya parah, baru ditangani rumah sakit. Jadi tidak sampai overload atau kelebihan pasien, seperti Sabtu lalu,” sebut Retno. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/