alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Penumpang di Terminal Untung Suropati Berangsur Meningkat

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Kondisi Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan mulai membaik. Meski belum normal dan signifikan, setiap pekan jumlah penumpang yang naik maupun turun di Terminal Unsur semakin meningkat. Kini rata-rata setiap harinya ada sekitar 50 penumpang yang diberangkatkan dengan bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).

Pengawas Angkutan Jalan dan Terminal Unit Pelaksana Teknis Lalu Lintas Angkutan Jalan (UPT LLAJ) Probolinggo Dishub Jawa Timur Yulianto mengatakan, jumlah penumpang di Terminal Unsur mulai ada kenaikan. Namun, masih di bawah rata-rata dalam kondisi normal.

Ia mengatakan, pekan sebelumnya, rata-rata penumpang bus AKDP turun 55 hingga 58 persen dari kondisi normal atau sekitar 40 penumpang per hari. Pekan ini jumlah penumpang mulai makin banyak. Karenanya, persentase penurunan hanya berkisar 53 persen dari kondisi normal atau sekitar 50 penumpang setiap hari.

Sementara, saat hari normal sebelum ada pandemi Covid-19, biasanya jumlah penumpang bisa mencapai 100 orang. Bahkan, saat akhir pekan bisa lebih.

“Meski belum signifikan, namun kami mencatat ada kenaikan setiap pekannya. Saat di awal pengoperasian kembali bus AKDP usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang dan Surabaya, awal Juni lalu penurunan mencapai 85 persen. Kini tinggal 53 persen dari saat normal,” jelasnya.

Yulianto menjelaskan, kondisi ini disebabkan adanya pembatasan jumlah penumpang dalam satu bus. Pemilik bus harus memberikan jarak antarpenumpang. Selain itu, perekonomian yang belum stabil selama pandemi membuat masyarakat memilih untuk tidak bepergian dahulu.

Namun, ia memastikan kondisi ini akan terus membaik seiring berjalannya waktu. Sebab, pemerintah sudah memberlakukan aturan new normal.

“Kami tetap berharap masyarakat patuh pada aturan protokol kesehatan. Kami tidak menghalangi masyarakat bepergian asalkan sesuai protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan menggunakan masker,” ujar Yulianto. (riz/rud/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.