alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Pasuruan Turun, Kota Pasuruan Naik

PASURUAN, Radar Bromo – Warga Kabupaten dan Kota Pasuruan diharapkan semakin patuh pada protokol kesehatan (prokes). Sebab, pascalebaran lalu, terjadi peningkatan kasus positif harian. Status kuning Kota Pasuruan pun kembali ke zona oranye.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad menyebutkan, setelah Lebaran, jumlah kasus positif harian mencapai 10 lebih. Itu terjadi dalam beberapa hari terakhir sampai 11 Juni. ”Iya ada tambahan. Tetapi, tidak sesignifikan daerah lain,” ujarnya.

Namun, lanjut Syaifudin, kondisinya kemarin sudah turun lagi menjadi 5 kasus positif per hari. Pasien positif Covid-19 dirawat di tiga rumah sakit. Yaitu, RS Prima Husada, RSUD Bangil, dan RS Umum Pusdik Polri Porong.

Hingga kemarin, jumlah kasus terkonfirmasi positif menjadi 3.728 orang. Perinciannya, 37 orang dirawat di rumah sakit, 14 orang di tempat isolasi, 3.361 orang sembuh, dan 316 orang meninggal.

Syaifudin mengimbau masyarakat agar lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Semakin hari semakin banyak yang terpapar. Mudah-mudahan pemahaman masyarakat sudah sangat tinggi sehingga semua sudah punya cara bagaimana bisa terhindar Covid-19.

”Jangan lupa 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, meningkatkan imun tubuh, serta memperbanyak doa,” tuturnya. Status Kabupaten Pasuruan saat ini tetap kuning.

Sementara itu, persebaran Covid-19 di Kota Pasuruan masih fluktuatif. Belum lama tercatat sebagai zona kuning, statusnya menjadi oranye lagi. Jumlah warga yang terpapar naik lagi. Untuk itu, masyarakat diminta selalu patuh protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menyatakan, penurunan status risiko persebaran Covid-19 terjadi karena jumlah pasien terpapar yang terus berkurang. Bahkan, saat momentum Lebaran, warga yang positif justru hanya 1 orang.

”Jadi, penurunan ke zona kuning kemarin karena memang hanya ada 1 kasus positif,” ungkap Kokoh.

Di samping itu, lanjut dia, tingkat kematian jauh berkurang. Bahkan dalam beberapa pekan sudah tidak ada kasus kematian sama sekali. Tapi, risiko persebaran Covid-19 naik lagi dua pekan kemudian. Kota Pasuruan tercatat tidak zona kuning lagi, tetapi kembali zona oranye.

Menurut Kokoh, peningkatan status risiko persebaran dari ringan ke sedang itu terjadi beberapa pekan setelah Lebaran. Kenaikan tingkat persebaran virus itu juga terjadi di hampir semua daerah. ”Setelah Lebaran tren beberapa daerah naik. Termasuk wilayah kita,” kata Kokoh.

Dia menyebutkan, Kota Pasuruan kembali ke zona oranye setelah ada dua pasien meninggal. Meski begitu, Kokoh memastikan Satgas Penanganan Covid-19 terus berupaya menekan persebarannya.

Dia juga memastikan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro di kelurahan-kelurahan tetap diperketat. Hingga kemarin, tercatat ada 8 pasien positif Covid-19. ”Pasien positif tetap ditangani. Ada yang berada di rumah karantina di Bugul Kidul dan rumah sakit,” pungkasnya. (sid/tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Warga Kabupaten dan Kota Pasuruan diharapkan semakin patuh pada protokol kesehatan (prokes). Sebab, pascalebaran lalu, terjadi peningkatan kasus positif harian. Status kuning Kota Pasuruan pun kembali ke zona oranye.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad menyebutkan, setelah Lebaran, jumlah kasus positif harian mencapai 10 lebih. Itu terjadi dalam beberapa hari terakhir sampai 11 Juni. ”Iya ada tambahan. Tetapi, tidak sesignifikan daerah lain,” ujarnya.

Namun, lanjut Syaifudin, kondisinya kemarin sudah turun lagi menjadi 5 kasus positif per hari. Pasien positif Covid-19 dirawat di tiga rumah sakit. Yaitu, RS Prima Husada, RSUD Bangil, dan RS Umum Pusdik Polri Porong.

Hingga kemarin, jumlah kasus terkonfirmasi positif menjadi 3.728 orang. Perinciannya, 37 orang dirawat di rumah sakit, 14 orang di tempat isolasi, 3.361 orang sembuh, dan 316 orang meninggal.

Syaifudin mengimbau masyarakat agar lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Semakin hari semakin banyak yang terpapar. Mudah-mudahan pemahaman masyarakat sudah sangat tinggi sehingga semua sudah punya cara bagaimana bisa terhindar Covid-19.

”Jangan lupa 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, meningkatkan imun tubuh, serta memperbanyak doa,” tuturnya. Status Kabupaten Pasuruan saat ini tetap kuning.

Sementara itu, persebaran Covid-19 di Kota Pasuruan masih fluktuatif. Belum lama tercatat sebagai zona kuning, statusnya menjadi oranye lagi. Jumlah warga yang terpapar naik lagi. Untuk itu, masyarakat diminta selalu patuh protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menyatakan, penurunan status risiko persebaran Covid-19 terjadi karena jumlah pasien terpapar yang terus berkurang. Bahkan, saat momentum Lebaran, warga yang positif justru hanya 1 orang.

”Jadi, penurunan ke zona kuning kemarin karena memang hanya ada 1 kasus positif,” ungkap Kokoh.

Di samping itu, lanjut dia, tingkat kematian jauh berkurang. Bahkan dalam beberapa pekan sudah tidak ada kasus kematian sama sekali. Tapi, risiko persebaran Covid-19 naik lagi dua pekan kemudian. Kota Pasuruan tercatat tidak zona kuning lagi, tetapi kembali zona oranye.

Menurut Kokoh, peningkatan status risiko persebaran dari ringan ke sedang itu terjadi beberapa pekan setelah Lebaran. Kenaikan tingkat persebaran virus itu juga terjadi di hampir semua daerah. ”Setelah Lebaran tren beberapa daerah naik. Termasuk wilayah kita,” kata Kokoh.

Dia menyebutkan, Kota Pasuruan kembali ke zona oranye setelah ada dua pasien meninggal. Meski begitu, Kokoh memastikan Satgas Penanganan Covid-19 terus berupaya menekan persebarannya.

Dia juga memastikan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro di kelurahan-kelurahan tetap diperketat. Hingga kemarin, tercatat ada 8 pasien positif Covid-19. ”Pasien positif tetap ditangani. Ada yang berada di rumah karantina di Bugul Kidul dan rumah sakit,” pungkasnya. (sid/tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/