alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Soal Belajar Tatap Muka: LP Ma’arif Siap Ikuti Pemerintah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Lembaga pendidikan swasta di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pasuruan juga sudah siap mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Kesiapan itu tidak hanya berupa sarana penunjang protokol kesehatan. Tetapi, juga vaksinasi bagi guru-guru swasta.

Ketua LP Ma’arif NU Kota Pasuruan Ahmad Mudhofir Tri Wahyudi menyatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam pencegahan Covid-19. Artinya, jika pemerintah mengeluarkan aturan mengenai uji coba sekolah tatap muka, pihaknya siap mengikuti. Yakni dengan menyosialisasikannya ke lembaga pendidikan di bawah naungannya.

“Sejauh ini kami sudah memberikan sosialisasi sesuai edaran yang dikeluarkan pemkot. Kami berharap semua lembaga melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan sebagai syarat untuk dipersilakan uji coba. Salah satunya protokol kesehatannya sudah sesuai,” ungkap dia.

Dia menyebut, sebanyak 193 lembaga sudah siap mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Mulai dari lembaga formal seperti TK hingga Madrasah Aliyah. Maupun lembaga nonformal seperti TPQ dan Madrasah Diniyah.

Pria yang akrab disapa Dhofir itu menambahkan, pihaknya juga mendorong seluruh guru di bawah naungan LP Ma’arif NU untuk mengikuti vaksinasi. Hal itu sebagai salah satu upaya menyiapkan pelaksanaan uji coba tatap muka yang digelar usai Lebaran nanti.

Sejauh ini kata Dhofir, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenag tentang pendataan guru-guru swasta yang harus divaksin. Hingga awal Mei, vaksinasi guru swasta sudah sampai pada gelombang ketiga.

“Kami mendorong semua lembaga. Jangan sampai ada gurunya yang terlewat belum divaksinasi,” bebernya.

Kepastian digelarnya uji coba sekolah tatap muka kali ini, kata Dhofir, juga membuat lembaga-lembaga tidak lagi kucing-kucingan. “Karena kemarin kan masih ada yang kucing-kucingan, ke sekolah tapi tidak pakai seragam,” terangnya.

Dhofir juga menyebut ada hal lain yang tidak kalah penting. Yakni persetujuan orang tua tentang uji coba sekolah tatap muka. Sebenarnya, LP Ma’arif NU juga sudah menyiapkan hal itu sejak awal Januari. Tetapi, saat itu sekolah tatap muka kembali diurungkan. “Yang terpenting harus mengikuti persetujuan orang tua,” katanya.

Apabila ada orang tua yang tidak menghendaki anaknya mengikuti uji coba sekolah tatap muka, pihaknya juga tak memaksa. Sebagai pemangku pendidikan, pihaknya harus memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak yang tidak diizinkan orang tuanya mengikuti sekolah tatap muka.

Maka, harus disediakan pembelajaran daring tersendiri. Memang, hal itu akan membuat beban kerja gurunya dobel. Namun, menurutnya hal itu tidak akan melelahkan guru.

“Tapi aturan jam belajar tatap muka di masa pandemi itu kan sudah diatur, tidak sama dengan kondisi normal. Saya pikir tidak akan terlalu melelahkan. Guru-guru itu justru dengan mengajar imunitasnya malah lebih baik kok. Kemarin saja waktu daring itu mereka kangen ke sekolah. Kenapa? Karena dengan ke sekolah mereka lebih sehat. Mungkin lebih sering gerak,” tandasnya. (tom/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Lembaga pendidikan swasta di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pasuruan juga sudah siap mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Kesiapan itu tidak hanya berupa sarana penunjang protokol kesehatan. Tetapi, juga vaksinasi bagi guru-guru swasta.

Ketua LP Ma’arif NU Kota Pasuruan Ahmad Mudhofir Tri Wahyudi menyatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam pencegahan Covid-19. Artinya, jika pemerintah mengeluarkan aturan mengenai uji coba sekolah tatap muka, pihaknya siap mengikuti. Yakni dengan menyosialisasikannya ke lembaga pendidikan di bawah naungannya.

“Sejauh ini kami sudah memberikan sosialisasi sesuai edaran yang dikeluarkan pemkot. Kami berharap semua lembaga melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan sebagai syarat untuk dipersilakan uji coba. Salah satunya protokol kesehatannya sudah sesuai,” ungkap dia.

Mobile_AP_Half Page

Dia menyebut, sebanyak 193 lembaga sudah siap mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Mulai dari lembaga formal seperti TK hingga Madrasah Aliyah. Maupun lembaga nonformal seperti TPQ dan Madrasah Diniyah.

Pria yang akrab disapa Dhofir itu menambahkan, pihaknya juga mendorong seluruh guru di bawah naungan LP Ma’arif NU untuk mengikuti vaksinasi. Hal itu sebagai salah satu upaya menyiapkan pelaksanaan uji coba tatap muka yang digelar usai Lebaran nanti.

Sejauh ini kata Dhofir, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenag tentang pendataan guru-guru swasta yang harus divaksin. Hingga awal Mei, vaksinasi guru swasta sudah sampai pada gelombang ketiga.

“Kami mendorong semua lembaga. Jangan sampai ada gurunya yang terlewat belum divaksinasi,” bebernya.

Kepastian digelarnya uji coba sekolah tatap muka kali ini, kata Dhofir, juga membuat lembaga-lembaga tidak lagi kucing-kucingan. “Karena kemarin kan masih ada yang kucing-kucingan, ke sekolah tapi tidak pakai seragam,” terangnya.

Dhofir juga menyebut ada hal lain yang tidak kalah penting. Yakni persetujuan orang tua tentang uji coba sekolah tatap muka. Sebenarnya, LP Ma’arif NU juga sudah menyiapkan hal itu sejak awal Januari. Tetapi, saat itu sekolah tatap muka kembali diurungkan. “Yang terpenting harus mengikuti persetujuan orang tua,” katanya.

Apabila ada orang tua yang tidak menghendaki anaknya mengikuti uji coba sekolah tatap muka, pihaknya juga tak memaksa. Sebagai pemangku pendidikan, pihaknya harus memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak yang tidak diizinkan orang tuanya mengikuti sekolah tatap muka.

Maka, harus disediakan pembelajaran daring tersendiri. Memang, hal itu akan membuat beban kerja gurunya dobel. Namun, menurutnya hal itu tidak akan melelahkan guru.

“Tapi aturan jam belajar tatap muka di masa pandemi itu kan sudah diatur, tidak sama dengan kondisi normal. Saya pikir tidak akan terlalu melelahkan. Guru-guru itu justru dengan mengajar imunitasnya malah lebih baik kok. Kemarin saja waktu daring itu mereka kangen ke sekolah. Kenapa? Karena dengan ke sekolah mereka lebih sehat. Mungkin lebih sering gerak,” tandasnya. (tom/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2