alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Perluasan TPA Blandongan Ditarget Mulai Tahun Depan  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Pemkot Pasuruan menggulirkan wacana perluasan zona Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Blandongan. Alasannya, pasokan sampah yang secara terus-menerus membuat zona TPA menggunung. Sedangkan, daya tampung zona baru yang dibangun pada 2019 diperkirakan hanya berumur lima tahun.

Padahal, luasan zona baru yang menelan anggaran Rp 5,8 miliar itu mencapai sekitar 1,01 hektare. “Dari perhitungan kami, maksimal pada 2025 sudah penuh,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Pasuruan Rudiyanto.

Perluasan zona menjadi salah satu cara. Agar sampah bisa tetap tertampung. Di sisi lain, Pemkot terus menggencarkan pemanfaatan gas metan yang dikumpulkan dari cerobong-cerobong di atas timbunan sampah. Sebab, sampah yang tertimbun menghasilkan gas metan. Jika tak diserap, akan menguap ke udara dan mengancam lapisan ozon. “Penggunaan gas metan bagi warga sekitar TPA terus berjalan,” katanya.

Upaya itu setidaknya mengurangi energi panas di tengah timbunan sampah, sehingga meminimalisasi terjadinya kebakaran. Sedangkan, untuk penampungan sampah masih diperlukan perluasan zona. “Memang perlu zona baru. Karena kalau timbunannya sudah tinggi, memang nggak bisa dipakai lagi,” sebutnya.

Kendati demikian, Rudi menyebut, tahun ini pihaknya belum berencana membangun zona baru. Masih akan menghitung ulang secara lebih rigit. Terkait usia daya tampung zona yang dibangun dua tahun lalu. Termasuk kebutuhan zona yang mungkin diperlukan.

“Kemungkinan kalau memang dibangun, zona baru itu diusulkan pada 2023,” katanya. Dengan demikian, zona baru bisa difungsikan setahun setelah pembangunannya rampung. Adanya zona baru sekaligus untuk menyiapkan peralihan penampungan sampah dari zona sebelumnya. (tom/rud)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Pemkot Pasuruan menggulirkan wacana perluasan zona Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Blandongan. Alasannya, pasokan sampah yang secara terus-menerus membuat zona TPA menggunung. Sedangkan, daya tampung zona baru yang dibangun pada 2019 diperkirakan hanya berumur lima tahun.

Padahal, luasan zona baru yang menelan anggaran Rp 5,8 miliar itu mencapai sekitar 1,01 hektare. “Dari perhitungan kami, maksimal pada 2025 sudah penuh,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Pasuruan Rudiyanto.

Perluasan zona menjadi salah satu cara. Agar sampah bisa tetap tertampung. Di sisi lain, Pemkot terus menggencarkan pemanfaatan gas metan yang dikumpulkan dari cerobong-cerobong di atas timbunan sampah. Sebab, sampah yang tertimbun menghasilkan gas metan. Jika tak diserap, akan menguap ke udara dan mengancam lapisan ozon. “Penggunaan gas metan bagi warga sekitar TPA terus berjalan,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Upaya itu setidaknya mengurangi energi panas di tengah timbunan sampah, sehingga meminimalisasi terjadinya kebakaran. Sedangkan, untuk penampungan sampah masih diperlukan perluasan zona. “Memang perlu zona baru. Karena kalau timbunannya sudah tinggi, memang nggak bisa dipakai lagi,” sebutnya.

Kendati demikian, Rudi menyebut, tahun ini pihaknya belum berencana membangun zona baru. Masih akan menghitung ulang secara lebih rigit. Terkait usia daya tampung zona yang dibangun dua tahun lalu. Termasuk kebutuhan zona yang mungkin diperlukan.

“Kemungkinan kalau memang dibangun, zona baru itu diusulkan pada 2023,” katanya. Dengan demikian, zona baru bisa difungsikan setahun setelah pembangunannya rampung. Adanya zona baru sekaligus untuk menyiapkan peralihan penampungan sampah dari zona sebelumnya. (tom/rud)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2