alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Hati-hati Uji Coba Tatap Muka untuk Hindari Klaster Pembelajaran

PURWOREJO, Radar Bromo – Setelah Lebaran, Pemkot Pasuruan berencana memulai sekolah tatap muka. Namun, penerapannya tidak dilakukan bersamaan di jenjang SD dan SMP. Pemkot perlu menyiapkan pembelajaran tatap muka itu melalui uji coba lebih dulu.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Sutirta mewanti-wanti agar pemkot benar-benar siap dengan pembelajaran tatap muka. Tahap uji coba menurutnya akan menjadi tolok ukur kesiapan pemkot. Potensi munculnya penyebaran virus korona dari klaster pembelajaran tatap muka harus benar-benar diantisipasi.

“Maka harus terkonsep dengan matang. Selain penerapan prokes di sekolah dan sosialisasi kepada wali murid, juga pentingnya vaksinasi bagi seluruh tenaga pendidik,” ungkap dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan, uji coba sekolah tatap muka memang rencananya dimulai setelah Lebaran. Dia memperkirakan tahapan uji coba itu berlangsung mulai 20 Mei 2021. Skenarionya, siswa di tiap kelas dibagi menjadi tiga gelombang.

“Jadi satu kelas kapasitas dalam pertemuannya itu hanya 30 persen dari jumlah total siswa,” katanya.

Misalnya untuk gelombang pertama, masuk kelas selama dua hari. Sementara gelombang kedua dan ketiga, libur. Skema pembelajaran itu berlaku secara bergiliran. Di samping itu, penataan bangku di kelas juga diatur dengan sedikit berjarak antarsiswa.

“Sejauh ini persiapan terkait penerapan prokes sudah dilakukan,” ujarnya.

Ayik –sapaan Mualif Arif- juga menyampaikan, dinas telah mendata tenaga pendidik. Sebanyak 3.143 tenaga pendidik itu juga diusulkan untuk mengikuti vaksinasi. “Itu bagian dari persiapan menuju sekolah tatap muka di masa pandemi,” pungkasnya. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Setelah Lebaran, Pemkot Pasuruan berencana memulai sekolah tatap muka. Namun, penerapannya tidak dilakukan bersamaan di jenjang SD dan SMP. Pemkot perlu menyiapkan pembelajaran tatap muka itu melalui uji coba lebih dulu.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Sutirta mewanti-wanti agar pemkot benar-benar siap dengan pembelajaran tatap muka. Tahap uji coba menurutnya akan menjadi tolok ukur kesiapan pemkot. Potensi munculnya penyebaran virus korona dari klaster pembelajaran tatap muka harus benar-benar diantisipasi.

“Maka harus terkonsep dengan matang. Selain penerapan prokes di sekolah dan sosialisasi kepada wali murid, juga pentingnya vaksinasi bagi seluruh tenaga pendidik,” ungkap dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan, uji coba sekolah tatap muka memang rencananya dimulai setelah Lebaran. Dia memperkirakan tahapan uji coba itu berlangsung mulai 20 Mei 2021. Skenarionya, siswa di tiap kelas dibagi menjadi tiga gelombang.

“Jadi satu kelas kapasitas dalam pertemuannya itu hanya 30 persen dari jumlah total siswa,” katanya.

Misalnya untuk gelombang pertama, masuk kelas selama dua hari. Sementara gelombang kedua dan ketiga, libur. Skema pembelajaran itu berlaku secara bergiliran. Di samping itu, penataan bangku di kelas juga diatur dengan sedikit berjarak antarsiswa.

“Sejauh ini persiapan terkait penerapan prokes sudah dilakukan,” ujarnya.

Ayik –sapaan Mualif Arif- juga menyampaikan, dinas telah mendata tenaga pendidik. Sebanyak 3.143 tenaga pendidik itu juga diusulkan untuk mengikuti vaksinasi. “Itu bagian dari persiapan menuju sekolah tatap muka di masa pandemi,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/