alexametrics
30 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Masih Ada Lima Perlintasan KA yang Belum Dilengkapi Palang Pintu di Kota Pasuruan

GADINGREJO, Radar Bromo – Belum semua perlintasan kereta api (KA) di Kota Pasuruan memiliki pengaman. Tercatat, ada lima perlintasan KA yang belum dilengkapi palang pintu dan petugas jaga. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat berencana mengajukan kelengkapan di perlintasan KA ini pada tahun depan.

Sedikitnya ada lima perlintasan KA yang tidak memiliki petugas jaga ataupun palang pintu. Di antaranya perlintasan Karangketug, perlintasan Jalan Cemara Barat, perlintasan Jalan Ir Juanda arah menuju Kelurahan Tapaan, perlintasan Kepel, dan perlintasan Bintingan.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, mayoritas perlintasan KA ini hanya memiliki fasilitas rambu peringatan, papan imbauan, warning light, dan sirene. Sementara itu fasilitas pendukung yang juga penting seperti petugas jaga perlintasan maupun palang pintu masih belum tersedia. Padahal, komponen ini sangat penting.

Sejauh ini pihaknya mencatat hanya delapan perlintasan yang sudah dilengkapi petugas jaga dan palang pintu. Sembilan jalur perlintasan itu berada di Jalan Banda, Jalan Halmahera, Jalan Sulawesi, Jalan Pasar Besar, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan MT Haryono. Kemudian Jalan Cemara Timur, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Ir. Juanda (dekat kantor Dinas Pertanian).

“Kami sempat berkoordinasi dengan PT KAI Daop 9 Jember. Hasilnya mereka menyampaikan jika kewenangan kelengkapan sarana perlintasan KA adalah kewenangan Pemda. Mereka hanya jalur KA saja,” ungkapnya.

Andri -sapaan akrabnya- menjelaskan, keberadaan palang pintu dan petugas jaga di jalur perlintasan KA sangat penting. Fungsinya, dapat meminimalisasi angka kecelakaan yang disebabkan oleh kereta api.

Namun, Dishub memastikan tidak ada penambahan pengaman di perlintasan tersebut pada tahun ini. Sebab, ada kebutuhan yang lebih mendesak untuk anggaran yang dialokasikan tahun ini. Sementara anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

“Kami sudah mengajukannya awal tahun ini, cuma ada yang lebih penting. Rencana akan kami ajukan lagi tahun depan baik itu melalui APBD ataupun dana alokasi khusus (DAK). Kami juga harus menyediakan honor bagi petugas jaga,” sebut Andri. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Belum semua perlintasan kereta api (KA) di Kota Pasuruan memiliki pengaman. Tercatat, ada lima perlintasan KA yang belum dilengkapi palang pintu dan petugas jaga. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat berencana mengajukan kelengkapan di perlintasan KA ini pada tahun depan.

Sedikitnya ada lima perlintasan KA yang tidak memiliki petugas jaga ataupun palang pintu. Di antaranya perlintasan Karangketug, perlintasan Jalan Cemara Barat, perlintasan Jalan Ir Juanda arah menuju Kelurahan Tapaan, perlintasan Kepel, dan perlintasan Bintingan.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, mayoritas perlintasan KA ini hanya memiliki fasilitas rambu peringatan, papan imbauan, warning light, dan sirene. Sementara itu fasilitas pendukung yang juga penting seperti petugas jaga perlintasan maupun palang pintu masih belum tersedia. Padahal, komponen ini sangat penting.

Sejauh ini pihaknya mencatat hanya delapan perlintasan yang sudah dilengkapi petugas jaga dan palang pintu. Sembilan jalur perlintasan itu berada di Jalan Banda, Jalan Halmahera, Jalan Sulawesi, Jalan Pasar Besar, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan MT Haryono. Kemudian Jalan Cemara Timur, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Ir. Juanda (dekat kantor Dinas Pertanian).

“Kami sempat berkoordinasi dengan PT KAI Daop 9 Jember. Hasilnya mereka menyampaikan jika kewenangan kelengkapan sarana perlintasan KA adalah kewenangan Pemda. Mereka hanya jalur KA saja,” ungkapnya.

Andri -sapaan akrabnya- menjelaskan, keberadaan palang pintu dan petugas jaga di jalur perlintasan KA sangat penting. Fungsinya, dapat meminimalisasi angka kecelakaan yang disebabkan oleh kereta api.

Namun, Dishub memastikan tidak ada penambahan pengaman di perlintasan tersebut pada tahun ini. Sebab, ada kebutuhan yang lebih mendesak untuk anggaran yang dialokasikan tahun ini. Sementara anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

“Kami sudah mengajukannya awal tahun ini, cuma ada yang lebih penting. Rencana akan kami ajukan lagi tahun depan baik itu melalui APBD ataupun dana alokasi khusus (DAK). Kami juga harus menyediakan honor bagi petugas jaga,” sebut Andri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/