alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Tunjang Wisata, Alun-alun Kota Pasuruan Bakal Dirombak Lagi

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan akan mengubah wajah alun-alun menjadi semakin cantik. Selain tetap ada nuansa heritage, Alun-alun Kota Pasuruan bakal kian nyaman untuk rekreasi keluarga. Tambah indah saja dengan konsep Kota Madinah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Samsul Rizal menyebutkan akan ada tambahan beberapa bangunan di ruang terbuka hijau (RTH) tersebut. Di antaranya, tambahan gerbang masuk menuju alun-alun. Selama ini, pengunjung hanya bisa memasuki alun-alun melalui dua sisi gerbang.

”Dari gerbang timur dan barat, kami perluas akses masuk dari empat sisi. Makanya ada penambahan gerbang sisi utara dan selatan. Termasuk menyediakan toilet umum di sana,” ungkap Rizal.

Menurut dia, perombakan alun-alun kali ini juga lebih banyak dilakukan di bagian dasar. Lantai alun-alun nantinya diganti dengan granit. Termasuk area jalur pedestrian di sekeliling alun-alun. Dia yakin upaya itu akan membuat wajah alun-alun terlihat lebih menarik.  ”Kami yakin terkesan lebih mewah,” kata Rizal.

Dia menambahkan, kolam yang berada di tengah alun-alun atau di sekitar tugu direncanakan dibongkar. Ke depan, kolam itu tidak lagi difungsikan. Lokasinya akan diganti lantai baru untuk menambah tempat terbuka. Dengan begitu, kawasan alun-alun bisa lebih luas.

Pada 2018 lalu, alun-alun pernah berganti wajah (face off). Kala itu, revitalisasi dilakukan dengan memadukan konsep Kota Pusaka dengan wahana wisata keluarga. Karena itu, kawasan alun-alun dilengkapi dengan beberapa bangku taman dan area bermain anak-anak.

Rizal menyebutkan, perombakan kali ini akan didanai dengan anggaran Rp 4,8 miliar. Namun, konsepnya tidak mengubah struktur alun-alun secara total. ”Jadi, hanya perombakan saja. Ada beberapa bagian yang ditambahkan supaya sesuai dengan konsep wisata religi terintegrasi,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mendukung rencana revitalisasi alun-alun tersebut. Dengan catatan, revitalisasi itu nantinya memang benar-benar berimbas pada tercapainya visi Kota Madinah. Yaitu, Maju Ekonominya, Indah Kotanya, dan Harmoni Warganya.

”Tiga hal ini harus tercapai. Tidak bisa tertinggal satu sama lain,” kata Ismu.

Karena itu, dia mendorong instansi terkait untuk mendukung revitalisasi alun-alun. Caranya? Ikut menyiapkan kawasan alun-alun sebagai pusat wisata religi terintegrasi. Di antaranya, menata pedagang kaki lima (PKL). Menata perparkiran di sekitar alun-alun.

Sosialisasi dengan takmir masjid juga perlu segera dilakukan. Sebab, selain titik parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub), tempat parkir di depan masjid itu juga akan ditiadakan. Ini perlu segera dikomunikasikan,” tutur Ismu. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan akan mengubah wajah alun-alun menjadi semakin cantik. Selain tetap ada nuansa heritage, Alun-alun Kota Pasuruan bakal kian nyaman untuk rekreasi keluarga. Tambah indah saja dengan konsep Kota Madinah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Samsul Rizal menyebutkan akan ada tambahan beberapa bangunan di ruang terbuka hijau (RTH) tersebut. Di antaranya, tambahan gerbang masuk menuju alun-alun. Selama ini, pengunjung hanya bisa memasuki alun-alun melalui dua sisi gerbang.

”Dari gerbang timur dan barat, kami perluas akses masuk dari empat sisi. Makanya ada penambahan gerbang sisi utara dan selatan. Termasuk menyediakan toilet umum di sana,” ungkap Rizal.

Menurut dia, perombakan alun-alun kali ini juga lebih banyak dilakukan di bagian dasar. Lantai alun-alun nantinya diganti dengan granit. Termasuk area jalur pedestrian di sekeliling alun-alun. Dia yakin upaya itu akan membuat wajah alun-alun terlihat lebih menarik.  ”Kami yakin terkesan lebih mewah,” kata Rizal.

Dia menambahkan, kolam yang berada di tengah alun-alun atau di sekitar tugu direncanakan dibongkar. Ke depan, kolam itu tidak lagi difungsikan. Lokasinya akan diganti lantai baru untuk menambah tempat terbuka. Dengan begitu, kawasan alun-alun bisa lebih luas.

Pada 2018 lalu, alun-alun pernah berganti wajah (face off). Kala itu, revitalisasi dilakukan dengan memadukan konsep Kota Pusaka dengan wahana wisata keluarga. Karena itu, kawasan alun-alun dilengkapi dengan beberapa bangku taman dan area bermain anak-anak.

Rizal menyebutkan, perombakan kali ini akan didanai dengan anggaran Rp 4,8 miliar. Namun, konsepnya tidak mengubah struktur alun-alun secara total. ”Jadi, hanya perombakan saja. Ada beberapa bagian yang ditambahkan supaya sesuai dengan konsep wisata religi terintegrasi,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mendukung rencana revitalisasi alun-alun tersebut. Dengan catatan, revitalisasi itu nantinya memang benar-benar berimbas pada tercapainya visi Kota Madinah. Yaitu, Maju Ekonominya, Indah Kotanya, dan Harmoni Warganya.

”Tiga hal ini harus tercapai. Tidak bisa tertinggal satu sama lain,” kata Ismu.

Karena itu, dia mendorong instansi terkait untuk mendukung revitalisasi alun-alun. Caranya? Ikut menyiapkan kawasan alun-alun sebagai pusat wisata religi terintegrasi. Di antaranya, menata pedagang kaki lima (PKL). Menata perparkiran di sekitar alun-alun.

Sosialisasi dengan takmir masjid juga perlu segera dilakukan. Sebab, selain titik parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub), tempat parkir di depan masjid itu juga akan ditiadakan. Ini perlu segera dikomunikasikan,” tutur Ismu. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/