alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Barongan Terbawa Arus Sungai Gembong Disingkirkan, Plengsengan Disurvei  

PASURUAN, Radar Bromo – Bongkahan bambu atau barongan lolos masuk ke Sungai Gembong sampai ke kawasan Jalan Slagah, Kota Pasuruan. Senin (14/2), barongan itu dievakuuasi agar tidak menyumbat aliran sungai dan berakibat banjir.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, barongan atau kumpulan bambu itu dibersihkan oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan. Petugas memotongi akar dan batang bambu agar mudah disingkirkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, evakuasi dilakukan sejak Minggu (13/2). Evakuasi berlangsung lama karena pembersihan bambu yang hanyut dan berhasil melewati beberapa jembatan itu tidak mudah.

”Itu kan banyak. Jadi, memang perlu ketelatenan,” ungkapnya.

Samsul menjelaskan, kemarin, bongkahan bambu tersebut dipotong-potong. Kemudian, dipindahkan dari tengah kali ke pinggir. Membersihkannya secara total masih membutuhkan alat bantu. Kalau dibiarkan hanyut, akan menimbulkan masalah lain. Jadi, barongan dipotong dan dipinggirkan dulu.

“Kami upayakan bersih total. Soalnya cuaca masih belum menentu. Takut turun hujan lagi nanti,” tuturnya.

Di lokasi juga ada plengsengan sungai yang ambrol. Diperkirakan, panjangnya sekitar 8 meter. Sejauh ini, pelengsengan itu belum tertangani. Padahal, bagian atas sungai itu merupakan jalan yang biasa dilalui masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, dinasnya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi Jawa Timur kemarin mendatangi lokasi. Perbaikan plengsengan yang ambrol itu sudah dihitung. Itu masuk kewenangan Provinsi Jatim.

“Tadi bersama BBWS. Penanganannya mereka. Kami hanya penanganan sementara,” ungkapnya. (sid/far)

 

PASURUAN, Radar Bromo – Bongkahan bambu atau barongan lolos masuk ke Sungai Gembong sampai ke kawasan Jalan Slagah, Kota Pasuruan. Senin (14/2), barongan itu dievakuuasi agar tidak menyumbat aliran sungai dan berakibat banjir.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, barongan atau kumpulan bambu itu dibersihkan oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan. Petugas memotongi akar dan batang bambu agar mudah disingkirkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, evakuasi dilakukan sejak Minggu (13/2). Evakuasi berlangsung lama karena pembersihan bambu yang hanyut dan berhasil melewati beberapa jembatan itu tidak mudah.

”Itu kan banyak. Jadi, memang perlu ketelatenan,” ungkapnya.

Samsul menjelaskan, kemarin, bongkahan bambu tersebut dipotong-potong. Kemudian, dipindahkan dari tengah kali ke pinggir. Membersihkannya secara total masih membutuhkan alat bantu. Kalau dibiarkan hanyut, akan menimbulkan masalah lain. Jadi, barongan dipotong dan dipinggirkan dulu.

“Kami upayakan bersih total. Soalnya cuaca masih belum menentu. Takut turun hujan lagi nanti,” tuturnya.

Di lokasi juga ada plengsengan sungai yang ambrol. Diperkirakan, panjangnya sekitar 8 meter. Sejauh ini, pelengsengan itu belum tertangani. Padahal, bagian atas sungai itu merupakan jalan yang biasa dilalui masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, dinasnya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi Jawa Timur kemarin mendatangi lokasi. Perbaikan plengsengan yang ambrol itu sudah dihitung. Itu masuk kewenangan Provinsi Jatim.

“Tadi bersama BBWS. Penanganannya mereka. Kami hanya penanganan sementara,” ungkapnya. (sid/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/