Selama Car Free Month, Pengunjung Bromo via Pasuruan Turun 30 Persen

TOSARI, Radar Bromo – Pelaksanaan Car Free Month (CFM) atau bebas kendaraan bermotor di Objek Wisata Gunung Bromo rupanya ikut berimbas pada penurunan jumlah wisatawan yang datang ke Bromo. Tercatat ada penurunan hingga 30 persen wisatawan yang lewat jalur Pasuruan di awal tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sarmin, kepala Seksi Wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dikatakannya, penurunan wisatawan ini dikatakan selain awal tahun ini juga masuk musim low season, serta adanya car free month (CFM).

“Biasanya Januari sampai Maret ini memang masuk masa low season. Jadi, secara umum wisatawan memang tidak tinggi. Apalagi ditambah musim hujan dan dengan adanya CFM,” terangnya.

Sarmin mengatakan, CFM memang bertujuan untuk recovery alam sekitar Bromo. Penutupan itu juga bertujuan menghormati ritual Wulan Kepitu yang sedang dilakukan oleh warga suku Tengger.

Sehingga, semua kendaraan bermotor memang dilarang masuk area Bromo. Kecuali bagi wisatawan yang berjalan kaki, naik sepeda pancal, termasuk menggunakan transportasi kuda. Sarmin mencatat, saat ini rata-rata penurunan wisatawan 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Saat ini untuk hari biasa kurang lebih 100 wisatawan yang lewat jalur Pasuruan. Sedangkan akhir pekan masih 200-300 wisatawan,” terangnya. Gunung Bromo sendiri akan dibuka lagi seperti sedia kala pada 25 Februari tepat sebulan CFM.

Hari Hijrah, camat Tosari juga membenarkan penurunan wisatawan semenjak ada CFM di Bromo. Namun, sementara ini wisatawan tetap ada yang menuju Penanjakan Bromo.

“Untuk siang hari memang cenderung sepi, namun wisatawan masih ada yang naik ke Penanjakan Bromo,” terangnya.

Untuk Penanjakan Bromo memang masih diperbolehkan dengan naik jip. Namun, jika ingin ke lautan pasir harus jalan kaki atau kendaraan lain yang bebas bermotor. Untuk tarif jip sendiri karena hanya ke Penanjakan juga turun menjadi Rp 350-400 ribu, dibandingkan sebelumnya Rp 600-650 ribu jika turun ke lautan pasir. (eka/mie)