Besaran Bansos Pangan Tetap Walau Bantuan Dari Pusat Naik

PASURUAN, Radar Bromo – Pemerintah Pusat memutuskan besaran bantuan program sembako yang menggantikan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) naik mulai tahun ini. Tetapi, bantuan sosial pangan yang bersumber dari APBD Kota Pasuruan tetap.

Pemkot Pasuruan tak ikut menaikkan besaran bantuan itu. Alasannya, anggaran bantuan sudah ditetapkan. Karena itu, dipastikan bansos pangan tahun ini tetap senilai Rp 110 ribu.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko menjelaskan, bantuan program sembako tahun ini naik sebesar Rp 40 ribu. Selama ini bantuan senilai Rp 110 ribu, kini menjadi Rp 150 ribu.

Komoditas yang bisa dibelanjakan juga bertambah. Selain beras dan telur, bantuan bisa dibelanjakan untuk komoditas nabati. “Sedangkan untuk bansos pangan yang dianggarkan dari APBD tetap sama dengan tahun lalu,” terang Hery.

Pihaknya tak bisa serta merta mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan besaran bantuan program sembako. Meski secara tak langsung, bansos pangan juga merupakan replika dari program pemerintah pusat. Tujuannya, agar bantuan yang diberikan lebih merata.

“Sementara tidak bisa mengikuti besaran sesuai program sembako. Karena proses penganggaran sudah diusulkan sejak pertengahan 2019,” bebernya.

Sama halnya dengan program sembako, bansos pangan juga diberikan setiap bulan. Tahun ini jumlah penerima dipastikan lebih banyak. Sebelumnya tercatat ada 1.286 penerima.

Berdasarkan usulan di tingkat kelurahan, ada 464 penerima yang telah diverifikasi. Sehingga, jumlah penerima bansos pangan tahun ini sebanyak 1.750. Penerima bantuan di Kecamatan Panggungrejo terbilang lebih banyak ketimbang di tiga kecamatan lain.

Jumlahnya mencapai 826 penerima. Sedangkan, di Purworejo ada 360 penerima. Lalu, 294 penerima di Gadingrejo dan 270 penerima di Bugul Kidul. (tom/fun)