2019, Realisasi Tangkapan Perairan Darat Gagal Penuhi Target

TAK CAPAI TARGET: Sejumlah warga asyik memancing di Ranu Grati, beberapa waktu lalu. Sepanjang 2019, realisasi tangkapan perairan darat gagal penuhi target. (Foto: Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Tangkapan ikan perairan darat di Kabupaten Pasuruan sepanjang 2019 lalu gagal memenuhi target. Jumlah tangkapan ikan perairan darat tercatat hanya mencapai 309,2 ton. Jumlah ini di bawah target yang ditetapkan sebesar 515,3 ton.

Kepala Bidang Kenelayanan Alamsyah Supriadi mengatakan, perairan darat adalah perairan yang ada di daratan seperti sungai, danau, sampai waduk. “Untuk di sungai, danau, dan juga waduk juga ada potensi ikan. Dan ini juga dimanfaatkan oleh nelayan termasuk warga sekitar,” jelasnya.

Untuk pendataan yang dilakukan di danau seperti di Ranu Grati dan 7 embung di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, juga sungai-sungai di sepanjang Bangil, Beji, sampai Rejoso. Biasanya nelayan ada memanfaatkan perahu, jala, bahkan juga menggunakana pancing biasa.

Dari pendataan Dinas Perikanan, hasil tangkapan perairan darat tahun 2019 lalu memang tak cukup tinggi. Alamsyah mengatakan, tangkapan ikan di perairan darat sifatnya memang tidak bisa diprediksi.

“Ini, lantaran selain nelayan darat, juga ada penghobi ikan. Sehingga, tangkapan memang tidak selalu tinggi karena ada yang bukan mata pencaharian utama,” terangnya.

Selain itu, kondisi itu juga dipengaruhi kemarau yang lebih panjang pada 2019 lalu. Hal itu membuat pendataan tangkapan ikan tidak bisa tercapai target.

Dari jumlah tangkapan perairan darat sebesar 309,2 ton, bila dikalkulasi, senilai Rp 7,742 miliar. Untuk menjaga sumber daya ikan di perairan darat tetap lestari, Dinas Perikanan rutin ada penambahan bibit ikan di sungai sampai danau. Tahun ini ditargetkan ada penebaran benih ikan mencapai 700 ribu benih ikan di seluruh perairan darat. (eka/mie)