alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Mandi, Warga Kejayan Temukan Bayi Mengambang di Saluran Irigasi

KEJAYAN, Radar Bromo – Warga Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, mendadak gempar. Jumat (13/11) sore, seorang warga setempat menemukan mayat bayi laki-laki di sebuah saluran irigasi.

Kondisinya sungguh membuat terenyuh. Bayi itu mengapung, terhanyut arus. Tubuhnya telanjang, tanpa selembar baju pun. Kulitnya pucat. Sementara di perutnya, masih menempel tali pusar.

Adalah Jamik, 50, warga setempat yang menemukan bayi itu pertama kali. Saat itu sekitar pukul 16.00. Jamik sedang mandi di sungai yang cukup dangkal tersebut.

Saat mandi itulah, dia tak sengaja menyenggol sesuatu. Jamik pun menoleh, ingin tahu. Betapa terkejutnya dia setelah tahu yang tersenggol adalah mayat bayi.

Seketika, Jamik pun meraih mayat bayi itu agar tak terbawa arus. Lantas, dibawanya mayat mungil itu tepi sungai.

Kanit Reskrim Polsek Kejayan Aipda Agung Darmawan membenarkan adanya temuan mayat bayi itu. Pihaknya pun telah mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan awal.

“Sementara mayat bayi itu sempat kami bawa ke rumah sakit untuk divisum,” tutur Agung.

Dilihat dari kondisi tubuhnya, diperkirakan bayi itu baru berumur beberapa hari. Sebab, tali pusar masih menempel.

Saat ini menurut Agung, mayat bayi itu sudah dikebumikan di pemakaman desa setempat. Kendati demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan atas kejadian itu.

“Tetap dilakukan penyelidikan maksimal untuk mengusut tuntas kasus ini,” jelasnya.

Saat ini menurut Agung, pihaknya belum bisa memastikan motif pelaku sehingga tega membuang bayi itu ke sungai. Umumnya, kasus pembuangan bayi dikarenakan bayi lahir akibat hubungan terlarang.

“Kami belum bisa menduga lebih jauh. Sementara ini, dugaan awal sebagai kasus pembunuhan,” pungkasnya. (tom/hn)

KEJAYAN, Radar Bromo – Warga Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, mendadak gempar. Jumat (13/11) sore, seorang warga setempat menemukan mayat bayi laki-laki di sebuah saluran irigasi.

Kondisinya sungguh membuat terenyuh. Bayi itu mengapung, terhanyut arus. Tubuhnya telanjang, tanpa selembar baju pun. Kulitnya pucat. Sementara di perutnya, masih menempel tali pusar.

Adalah Jamik, 50, warga setempat yang menemukan bayi itu pertama kali. Saat itu sekitar pukul 16.00. Jamik sedang mandi di sungai yang cukup dangkal tersebut.

Saat mandi itulah, dia tak sengaja menyenggol sesuatu. Jamik pun menoleh, ingin tahu. Betapa terkejutnya dia setelah tahu yang tersenggol adalah mayat bayi.

Seketika, Jamik pun meraih mayat bayi itu agar tak terbawa arus. Lantas, dibawanya mayat mungil itu tepi sungai.

Kanit Reskrim Polsek Kejayan Aipda Agung Darmawan membenarkan adanya temuan mayat bayi itu. Pihaknya pun telah mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan awal.

“Sementara mayat bayi itu sempat kami bawa ke rumah sakit untuk divisum,” tutur Agung.

Dilihat dari kondisi tubuhnya, diperkirakan bayi itu baru berumur beberapa hari. Sebab, tali pusar masih menempel.

Saat ini menurut Agung, mayat bayi itu sudah dikebumikan di pemakaman desa setempat. Kendati demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan atas kejadian itu.

“Tetap dilakukan penyelidikan maksimal untuk mengusut tuntas kasus ini,” jelasnya.

Saat ini menurut Agung, pihaknya belum bisa memastikan motif pelaku sehingga tega membuang bayi itu ke sungai. Umumnya, kasus pembuangan bayi dikarenakan bayi lahir akibat hubungan terlarang.

“Kami belum bisa menduga lebih jauh. Sementara ini, dugaan awal sebagai kasus pembunuhan,” pungkasnya. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/