alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Gandeng Tim Ahli Tinjau Bangunan di SDN Gentong

GADINGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan tidak ingin ambruknya dua ruang kelas di SDN Gentong pada 2 November kembali terulang. Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat berencana meninjau seluruh bangunan sekolah. Peninjauan ini akan melibatkan pihak ketiga.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustav Purwoko mengungkapkan, setelah dua ruang kelas di SDN Gending ambruk, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) setempat. Dari koordinasi ini, direncanakan ada pemeliharaan bagi bangunan sekolah di Kota Pasuruan. Utamanya yang kondisinya memang butuh perawatan karena bangunan mulai kurang layak.

“Dinas P dan K menyetujui usulan dari kami agar ada pemeliharaan untuk bangunan sekolah di Kota Pasuruan. Kami sudah menyosialisasikan hal ini juga pada pihak sekolah, baik swasta dan negeri,” ungkapnya.

Gustav menjelaskan, Dinas PUPR bakal menggandeng tim praktisi dan ahli bangunan untuk merealisasikan hal ini. Praktisi ini akan menilai kondisi bangunan sekolah apakah masih layak atau tidak. Jika dinilai tidak layak dan membahayakan, maka Pemkot akan mengusulkan bangunan sekolah tersebut untuk direhab di tahun anggaran 2021.

Saat ini, peninjauan bangunan sekolah itu relatif mudah dilakukan. Sebab, bangunan sekolah rata-rata tidak terpakai karena sekolah masih memberlakukan pembelajaran daring.

“Memang perlu perhatian lebih agar insiden bangunan sekolah ambruk tidak kembali terjadi. Apalagi saat ini ruang kelas rata-rata kosong. Jadi perawatan memang diperlukan,” sebut Gustav. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan tidak ingin ambruknya dua ruang kelas di SDN Gentong pada 2 November kembali terulang. Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat berencana meninjau seluruh bangunan sekolah. Peninjauan ini akan melibatkan pihak ketiga.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustav Purwoko mengungkapkan, setelah dua ruang kelas di SDN Gending ambruk, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) setempat. Dari koordinasi ini, direncanakan ada pemeliharaan bagi bangunan sekolah di Kota Pasuruan. Utamanya yang kondisinya memang butuh perawatan karena bangunan mulai kurang layak.

“Dinas P dan K menyetujui usulan dari kami agar ada pemeliharaan untuk bangunan sekolah di Kota Pasuruan. Kami sudah menyosialisasikan hal ini juga pada pihak sekolah, baik swasta dan negeri,” ungkapnya.

Gustav menjelaskan, Dinas PUPR bakal menggandeng tim praktisi dan ahli bangunan untuk merealisasikan hal ini. Praktisi ini akan menilai kondisi bangunan sekolah apakah masih layak atau tidak. Jika dinilai tidak layak dan membahayakan, maka Pemkot akan mengusulkan bangunan sekolah tersebut untuk direhab di tahun anggaran 2021.

Saat ini, peninjauan bangunan sekolah itu relatif mudah dilakukan. Sebab, bangunan sekolah rata-rata tidak terpakai karena sekolah masih memberlakukan pembelajaran daring.

“Memang perlu perhatian lebih agar insiden bangunan sekolah ambruk tidak kembali terjadi. Apalagi saat ini ruang kelas rata-rata kosong. Jadi perawatan memang diperlukan,” sebut Gustav. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/