alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Perbaikan Tol Gempol-Pasuruan yang Ambles Sudah 30 Persen

PASURUAN, Radar Bromo – Perbaikan badan jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas) yang bergelombang dan ambles di kilometer 798, kawasan Tembokrejo, Kota Pasuruan, terus berjalan. Diperkirakan, pengerjaan fisik konstruksi jalan itu telah mencapai 30 persen.

Pekerjaan fisik berlangsung mulai akhir September. Kerusakan jalan sebenarnya terjadi di dua jalur. Baik daerah Pasuruan ke Probolinggo maupun sebaliknya. Yang lebih dulu dikerjakan adalah ruas jalan dari arah Probolinggo. Yakni, lajur lambat. Kontraktor pelaksananya adalah PT Wijaya Karya (Wika).

”Perbaikannya masih berlangsung dan terus dikebut,” jelas General Manager Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Gempol Pasuruan (JGP) Agus Hariyanto.

Dia menjelaskan, perbaikan teknis dilakukan dengan membongkar aspal yang bergelombang. Lalu, dipadatkan ulang. Setelah itu, pengecoran ulang kembali dengan tebal 30 sentimeter. ”Tentu lebih kuat dari sebelumnya,” kata Agus.

Meski pekerjaan fisik sedang berlangsung di jalan tersebut, kendaraan masih bisa lewat jalan tol. Pengemudi diimbau agar hati-hati dan mematuhi rambu-rambu. Sebab, setiap hari pekerjaan dikebut di lapangan. Mulai pagi hingga sore hari. ”Sebelum akhir tahun harus tuntas 100 persen,” ujarnya. (zal/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Perbaikan badan jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas) yang bergelombang dan ambles di kilometer 798, kawasan Tembokrejo, Kota Pasuruan, terus berjalan. Diperkirakan, pengerjaan fisik konstruksi jalan itu telah mencapai 30 persen.

Pekerjaan fisik berlangsung mulai akhir September. Kerusakan jalan sebenarnya terjadi di dua jalur. Baik daerah Pasuruan ke Probolinggo maupun sebaliknya. Yang lebih dulu dikerjakan adalah ruas jalan dari arah Probolinggo. Yakni, lajur lambat. Kontraktor pelaksananya adalah PT Wijaya Karya (Wika).

”Perbaikannya masih berlangsung dan terus dikebut,” jelas General Manager Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Gempol Pasuruan (JGP) Agus Hariyanto.

Dia menjelaskan, perbaikan teknis dilakukan dengan membongkar aspal yang bergelombang. Lalu, dipadatkan ulang. Setelah itu, pengecoran ulang kembali dengan tebal 30 sentimeter. ”Tentu lebih kuat dari sebelumnya,” kata Agus.

Meski pekerjaan fisik sedang berlangsung di jalan tersebut, kendaraan masih bisa lewat jalan tol. Pengemudi diimbau agar hati-hati dan mematuhi rambu-rambu. Sebab, setiap hari pekerjaan dikebut di lapangan. Mulai pagi hingga sore hari. ”Sebelum akhir tahun harus tuntas 100 persen,” ujarnya. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU