alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Jumlah Bus di Terminal Unsur Meningkat, Tapi Penumpang Masih Sepi

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Jumlah bus yang masuk Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan, mulai meningkat. Meski tidak signifikan. Namun, ada kenaikan dibandingkan saat awal bulan lalu. Baik bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP).

Pengawas Unit Pelaksana Teknis Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Jawa Timur Yulianto mengatakan, terminal sudah mulai menggeliat. Meski jumlah bus AKDP dan AKAP belum seperti saat sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini rata-rata bus AKDP yang masuk terminal berkisar 70 sampai 80 unit. Naik dibanding saat awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang hanya berkisar 60 armada. Kondisi serupa terjadi terhadap bus AKAP. Rata-rata ada tiga bus masuk.

“AKAP juga naik. Bulan lalu cuma satu atau dua bus yang masuk terminal. Sejak beberapa hari ini ada peningkatan,” ujarnya.

Adanya peningkatan armada, tidak berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Penumpang yang masuk terminal maupun yang naik dari terminal masih sedikit. Bus AKAP jurusan Jakarta misalnya. Rata-rata membawa penumpang masih di bawah 10 orang. Penumpang yang naik juga rata-rata hanya satu orang.

Padahal, saat awal diberlakukan AKAP masuk Terminal Unsur pada Desember lalu, bisa ada tiga hingga empat penumpang yang naik untuk satu bus. Begitu juga AKAP jurusan Bali dan Lombok. Tidak jauh berbeda. Rata-rata setiap keberangkatan membawa tidak lebih dari 10 penumpang.

“Bahkan, Minggu (12/9), ada bus Pandawa yang menuju Jakarta. Cuma bawa penumpang lima orang saat masuk terminal. Penumpang yang naik juga cuma satu. AKDP juga sedikit, sekitar 15 penumpang,” jelas Anto. (riz/rud)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Jumlah bus yang masuk Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan, mulai meningkat. Meski tidak signifikan. Namun, ada kenaikan dibandingkan saat awal bulan lalu. Baik bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP).

Pengawas Unit Pelaksana Teknis Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Jawa Timur Yulianto mengatakan, terminal sudah mulai menggeliat. Meski jumlah bus AKDP dan AKAP belum seperti saat sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini rata-rata bus AKDP yang masuk terminal berkisar 70 sampai 80 unit. Naik dibanding saat awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang hanya berkisar 60 armada. Kondisi serupa terjadi terhadap bus AKAP. Rata-rata ada tiga bus masuk.

“AKAP juga naik. Bulan lalu cuma satu atau dua bus yang masuk terminal. Sejak beberapa hari ini ada peningkatan,” ujarnya.

Adanya peningkatan armada, tidak berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Penumpang yang masuk terminal maupun yang naik dari terminal masih sedikit. Bus AKAP jurusan Jakarta misalnya. Rata-rata membawa penumpang masih di bawah 10 orang. Penumpang yang naik juga rata-rata hanya satu orang.

Padahal, saat awal diberlakukan AKAP masuk Terminal Unsur pada Desember lalu, bisa ada tiga hingga empat penumpang yang naik untuk satu bus. Begitu juga AKAP jurusan Bali dan Lombok. Tidak jauh berbeda. Rata-rata setiap keberangkatan membawa tidak lebih dari 10 penumpang.

“Bahkan, Minggu (12/9), ada bus Pandawa yang menuju Jakarta. Cuma bawa penumpang lima orang saat masuk terminal. Penumpang yang naik juga cuma satu. AKDP juga sedikit, sekitar 15 penumpang,” jelas Anto. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU