alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Ancam Copot Kasek Bila Sekolah Tak Dapat Siswa Baru

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Pasuruan mengklaim tak ada sekolah yang kekurangan siswa. Meski sekolah di pelosok desa. Semuanya mendapatkan siswa sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas P dan K Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengatakan, pada tahun ajaran baru ini, tak ada sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan siswa ataupun mendapatkan siswa yang sedikit.

Baik Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Semuanya mendapatkan siwa sesuai kebutuhan. “Semuanya mendapatkan siswa. Tak ada yang sampai tidak mendapatkan siswa. Atau hanya mendapatkan 10 siswa, tidak ada,” katanya.

Hasbullah mengakui memang ada sekolah yang siswanya tidak sesuai dengan rombongan belajar (rombel). Tetapi, jumlahnya hanya sekitar 5 persen. “Kekurangannya paling hanya 5 persen. Dan, itu kebanyakan ada di daerah pinggiran,” jelasnya.

Ia mencontohkan, untuk SMPN, target yang dipatok sebanyak 200 siswa baru. Tetapi, setelah penutupan pendaftaran penerimaan siswa baru, hanya terpenuhi sekitar 160 sampai 180 siswa. Sedangkan, untuk SDN paling sedikit mendapatkan 20 murid.

“Jadi, tidak ada yang sama sekali tidak ada yang mendaftar. Atau yang siswanya cuma sedikit, itu tidak ada,” katanya.

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Pasuruan mengklaim tak ada sekolah yang kekurangan siswa. Meski sekolah di pelosok desa. Semuanya mendapatkan siswa sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas P dan K Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengatakan, pada tahun ajaran baru ini, tak ada sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan siswa ataupun mendapatkan siswa yang sedikit.

Baik Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Semuanya mendapatkan siwa sesuai kebutuhan. “Semuanya mendapatkan siswa. Tak ada yang sampai tidak mendapatkan siswa. Atau hanya mendapatkan 10 siswa, tidak ada,” katanya.

Hasbullah mengakui memang ada sekolah yang siswanya tidak sesuai dengan rombongan belajar (rombel). Tetapi, jumlahnya hanya sekitar 5 persen. “Kekurangannya paling hanya 5 persen. Dan, itu kebanyakan ada di daerah pinggiran,” jelasnya.

Ia mencontohkan, untuk SMPN, target yang dipatok sebanyak 200 siswa baru. Tetapi, setelah penutupan pendaftaran penerimaan siswa baru, hanya terpenuhi sekitar 160 sampai 180 siswa. Sedangkan, untuk SDN paling sedikit mendapatkan 20 murid.

“Jadi, tidak ada yang sama sekali tidak ada yang mendaftar. Atau yang siswanya cuma sedikit, itu tidak ada,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/