alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Sulit Atasi Genangan di Krampyangan, Kendalanya Ini

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Setiap hujan deras mengguyur Kota Pasuruan, ruas Jalan Pati Unus, Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, selalu terendam. Kondisi itu menyulitkan warga. Sebab, jalan selalu tergenang air, bahkan sampai ditutup.

Banjir itu berakibat sepanjang Jalan Pati Unus menjadi lumpuh. Warga sekitar tidak bisa keluar rumah. Tinggi air bisa mencapai 60 hingga 80 sentimeter. Kondisi itu sudah terjadi belasan tahun tanpa ada solusi.

Arif Setiawan, warga Krampyangan mengatakan, tempat tinggalnya selalu kebanjiran jika hujan deras. Kalau hujan lebih dari dua jam, Jalan Pati Unus dan rumah warga sekitar pasti terendam.

”Sejak saya kecil sampai 48 tahun, kondisinya ya begini ini. Kalau hujan deras selalu banjir,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, banjir yang melanda Kelurahan Krampyangan disebabkan permukiman penduduk lebih rendah daripada Sungai Krampyangan.

Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi di atas dua jam, wilayah itu terendam air. Namun, normalisasi sungai tidak mudah dilakukan. Sebab, ada bangunan rumah warga yang didirikan di atas sungai.

Jika dikeruk terlalu dalam, bangunan warga bisa terdampak. Karena itu, untuk sementara, Dinas PU hanya sebatas mengurangi banjir. Namun, dalam waktu dekat, PUPR berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen. Sebab, Kali Krampyangan ada di bawah kewenangan provinsi.

“Bangunan rumah menyulitkan kami untuk normalisasi. Makanya selama ini kami cuma pengerukan yang dangkal,” tambah Gustap. (riz/far)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Setiap hujan deras mengguyur Kota Pasuruan, ruas Jalan Pati Unus, Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, selalu terendam. Kondisi itu menyulitkan warga. Sebab, jalan selalu tergenang air, bahkan sampai ditutup.

Banjir itu berakibat sepanjang Jalan Pati Unus menjadi lumpuh. Warga sekitar tidak bisa keluar rumah. Tinggi air bisa mencapai 60 hingga 80 sentimeter. Kondisi itu sudah terjadi belasan tahun tanpa ada solusi.

Arif Setiawan, warga Krampyangan mengatakan, tempat tinggalnya selalu kebanjiran jika hujan deras. Kalau hujan lebih dari dua jam, Jalan Pati Unus dan rumah warga sekitar pasti terendam.

”Sejak saya kecil sampai 48 tahun, kondisinya ya begini ini. Kalau hujan deras selalu banjir,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, banjir yang melanda Kelurahan Krampyangan disebabkan permukiman penduduk lebih rendah daripada Sungai Krampyangan.

Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi di atas dua jam, wilayah itu terendam air. Namun, normalisasi sungai tidak mudah dilakukan. Sebab, ada bangunan rumah warga yang didirikan di atas sungai.

Jika dikeruk terlalu dalam, bangunan warga bisa terdampak. Karena itu, untuk sementara, Dinas PU hanya sebatas mengurangi banjir. Namun, dalam waktu dekat, PUPR berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen. Sebab, Kali Krampyangan ada di bawah kewenangan provinsi.

“Bangunan rumah menyulitkan kami untuk normalisasi. Makanya selama ini kami cuma pengerukan yang dangkal,” tambah Gustap. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/