alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Desak 300 Perusahaan di Kota Pasuruan Penuhi THR

PASURUAN, Radar Bromo – Perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Pasuruan diwanti-wanti agar tak luput membayar tunjangan hari raya (THR) menjelang Idul Fitri. Pemkot Pasuruan bahkan membuka posko pengaduan. Hal itu menjadi kesempatan bagi para buruh mengadukan perusahaan tempatnya bekerja bilamana tak memenuhi kewajiban membayarkan THR.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan Mahbub Efendi mengatakan, posko pengaduan dibuka menyusul adanya surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pelaksanaan pemberian THR keagamaan tahun 2022. “Sekarang sudah kami sediakan posko pengaduan,” katanya, Rabu (13/4).

Ia memastikan posko pengaduan tersebut akan terbuka terhadap keluhan buruh mengenai persoalan THR oleh perusahaan. Bila memang ada buruh yang melayangkan aduan terkait pembayaran THR, timnya akan melakukan mediasi. Agar terdapat solusi antara dua pihak. Yakni perusahaan dan buruh itu sendiri.

“Kemarin kami juga langsung bersurat ke perusahaan-perusahaan terkait pembayaran THR karyawan. Kami minta kesanggupannya memenuhi THR sesuai petunjuk Menaker,” kata Mahbub.

Di Kota Pasuruan, ada 300 perusahaan yang wajib membayar THR untuk karyawannya sebelum lebaran nanti. Sementara pembayaran THR sendiri harus diberikan dengan besaran sekali gaji penuh. Hal itu berlaku bagi buruh dengan masa kerja di atas setahun. Sedangkan untuk yang bekerja dengan masa kurang dari setahun, tidak harus sebesar gaji yang diterima setiap bulan.

“Tetapi meski di bawah setahun bekerja, tetap dapat, hanya saja tidak satu kali gaji penuh,” ujarnya.

Tak hanya menunggu aduan, lanjut Mahbub, dinasnya juga akan menurunkan tim untuk memantau keberlangsungan pembayaran THR di setiap perusahaan. Menurutnya, pola semacam itu sudah dilakukan setiap tahun. Agar pembayaran THR tidak sampai menimbulkan permasalahan.

PASURUAN, Radar Bromo – Perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Pasuruan diwanti-wanti agar tak luput membayar tunjangan hari raya (THR) menjelang Idul Fitri. Pemkot Pasuruan bahkan membuka posko pengaduan. Hal itu menjadi kesempatan bagi para buruh mengadukan perusahaan tempatnya bekerja bilamana tak memenuhi kewajiban membayarkan THR.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan Mahbub Efendi mengatakan, posko pengaduan dibuka menyusul adanya surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pelaksanaan pemberian THR keagamaan tahun 2022. “Sekarang sudah kami sediakan posko pengaduan,” katanya, Rabu (13/4).

Ia memastikan posko pengaduan tersebut akan terbuka terhadap keluhan buruh mengenai persoalan THR oleh perusahaan. Bila memang ada buruh yang melayangkan aduan terkait pembayaran THR, timnya akan melakukan mediasi. Agar terdapat solusi antara dua pihak. Yakni perusahaan dan buruh itu sendiri.

“Kemarin kami juga langsung bersurat ke perusahaan-perusahaan terkait pembayaran THR karyawan. Kami minta kesanggupannya memenuhi THR sesuai petunjuk Menaker,” kata Mahbub.

Di Kota Pasuruan, ada 300 perusahaan yang wajib membayar THR untuk karyawannya sebelum lebaran nanti. Sementara pembayaran THR sendiri harus diberikan dengan besaran sekali gaji penuh. Hal itu berlaku bagi buruh dengan masa kerja di atas setahun. Sedangkan untuk yang bekerja dengan masa kurang dari setahun, tidak harus sebesar gaji yang diterima setiap bulan.

“Tetapi meski di bawah setahun bekerja, tetap dapat, hanya saja tidak satu kali gaji penuh,” ujarnya.

Tak hanya menunggu aduan, lanjut Mahbub, dinasnya juga akan menurunkan tim untuk memantau keberlangsungan pembayaran THR di setiap perusahaan. Menurutnya, pola semacam itu sudah dilakukan setiap tahun. Agar pembayaran THR tidak sampai menimbulkan permasalahan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/