alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Kios Anyar Pasar Karangketug Ditempati, Pedagang Harus Ikut Jaga Aset

PASURUAN, Radar Bromo– Keinginan para pedagang Pasar Karangketug yang menjadi korban kebakaran untuk memiliki kios yang anyar, akhirnya terpenuhi. Proyek pembangunan kios yang terbakar pada 2020 lalu sudah rampung. Para pedagang bisa langsung menempatinya untuk berjualan.

Ada sebanyak 60 kios yang baru dibangun. Jumlah itu sama dengan kios-kios yang habis terbakar setahun lalu. Namun kondisi kios yang baru ini tentu lebih bagus. Penataannya dibuat lebih nyaman bagi pengunjung. Tidak semrawut seperti sebelumnya.

Proyek itu sendiri sudah rampung awal Desember lalu. Setelah pekerjaan proyek selesai, pedagang tak sabar menempati kios yang baru. Sebab selama setahun terakhir mereka menempati kios sementara. “Kios yang baru sekarang sudah bisa ditempati,” kata Kepala UPT Pasar Ridho Wijaya.

Para pedagang memboyong semua dagangannya ke kios baru tidak lama setelah proyek selesai. Bahkan, kios sementara yang dipakai untuk merelokasi pedagang sudah dibongkar. Sebab kios sementara itu memang sudah tak diperlukan lagi. “Jadi langsung ditempati, kios relokasinya dibongkar,” ujar Ridho.

Kendati demikian, dia meminta para pedagang yang menempati kios baru juga lebih peduli dengan aset pemerintah itu. Meski kondisinya baru, kios itu harus dijaga. Mulai dari kebersihan hingga menjaga kondisi kios tak sampai rusak. Apalagi hasil pekerjaan proyek itu juga masih dalam masa pemeliharaan.

Selama enam bulan kedepan, pemeliharaan kios itu masih menjadi tanggungan pelaksana proyek. Terutama jika ada kerusakan akibat kesalahan konstruksi. Maka pelaksana wajib membenahinya. Namun ketentuan itu tak berlaku jika kerusakan yang terjadi akibat faktor lain. Misalnya kesengajaan.

“Makanya kami sosialisasi juga ke pedagang supaya mereka ikut menjaga kondisi kiosnya,” kata Ridho.

Selain membangun kios baru, ada beberapa infrastruktur baru yang dibangun. Diantaranya akses masuk pasar tersebut kini sudah dilengkapi dengan gapura. Sebagai penanda disanalah tempat perputaran ekonomi masyarakat. Bahkan di malam hari ada ornamen yang memadukan lampu beragam warna yang menyala.

Infrastruktur lain seperti pagar juga sudah tuntas. Selain itu, juga dilakukan perbaikan kios-kios di blok pasar burung. Karena selama ini blok yang letaknya berada di paling belakang pasar itu juga kurang representatif. Kondisi pasar yang tidak layak semacam itu mempengaruhi tingkat penjualan. Sebab pengunjung sepi. Pedagang juga kesulitan mencari penghasilan. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo– Keinginan para pedagang Pasar Karangketug yang menjadi korban kebakaran untuk memiliki kios yang anyar, akhirnya terpenuhi. Proyek pembangunan kios yang terbakar pada 2020 lalu sudah rampung. Para pedagang bisa langsung menempatinya untuk berjualan.

Ada sebanyak 60 kios yang baru dibangun. Jumlah itu sama dengan kios-kios yang habis terbakar setahun lalu. Namun kondisi kios yang baru ini tentu lebih bagus. Penataannya dibuat lebih nyaman bagi pengunjung. Tidak semrawut seperti sebelumnya.

Proyek itu sendiri sudah rampung awal Desember lalu. Setelah pekerjaan proyek selesai, pedagang tak sabar menempati kios yang baru. Sebab selama setahun terakhir mereka menempati kios sementara. “Kios yang baru sekarang sudah bisa ditempati,” kata Kepala UPT Pasar Ridho Wijaya.

Para pedagang memboyong semua dagangannya ke kios baru tidak lama setelah proyek selesai. Bahkan, kios sementara yang dipakai untuk merelokasi pedagang sudah dibongkar. Sebab kios sementara itu memang sudah tak diperlukan lagi. “Jadi langsung ditempati, kios relokasinya dibongkar,” ujar Ridho.

Kendati demikian, dia meminta para pedagang yang menempati kios baru juga lebih peduli dengan aset pemerintah itu. Meski kondisinya baru, kios itu harus dijaga. Mulai dari kebersihan hingga menjaga kondisi kios tak sampai rusak. Apalagi hasil pekerjaan proyek itu juga masih dalam masa pemeliharaan.

Selama enam bulan kedepan, pemeliharaan kios itu masih menjadi tanggungan pelaksana proyek. Terutama jika ada kerusakan akibat kesalahan konstruksi. Maka pelaksana wajib membenahinya. Namun ketentuan itu tak berlaku jika kerusakan yang terjadi akibat faktor lain. Misalnya kesengajaan.

“Makanya kami sosialisasi juga ke pedagang supaya mereka ikut menjaga kondisi kiosnya,” kata Ridho.

Selain membangun kios baru, ada beberapa infrastruktur baru yang dibangun. Diantaranya akses masuk pasar tersebut kini sudah dilengkapi dengan gapura. Sebagai penanda disanalah tempat perputaran ekonomi masyarakat. Bahkan di malam hari ada ornamen yang memadukan lampu beragam warna yang menyala.

Infrastruktur lain seperti pagar juga sudah tuntas. Selain itu, juga dilakukan perbaikan kios-kios di blok pasar burung. Karena selama ini blok yang letaknya berada di paling belakang pasar itu juga kurang representatif. Kondisi pasar yang tidak layak semacam itu mempengaruhi tingkat penjualan. Sebab pengunjung sepi. Pedagang juga kesulitan mencari penghasilan. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/