alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Realisasi PAD Retribusi Wisata Kab Pasuruan Belum Capai Separo Target

GRATI, Radar Bromo – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pasuruan kembali menggeliat sejak wilayah setempat masuk zona oranye, 7 Oktober lalu. Sebab, sejumlah tempat wisata kembali beroperasi lagi. Termasuk tempat wisata yang dikelola pemkab.

Meski begitu, 5 hari terakhir, realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata di Kabupaten Pasuruan masih cukup minim. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 500 juta, sampai Senin (12/10) realisasi masih tercapai Rp 227,955 juta.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, realisasi penerimaan PAD dari tempat wisata memang masih minim. Diduga lantaran masih banyak masyarakat yang enggan berwisata di tengah pandemi Covid-19 yang belum berlalu.

“Meski sifatnya juga masih buka tutup seperti saat zona merah kemarin, sehingga pengunjung memang masih sedikit. Masih jauh dibandingkan saat keadaan normal lalu,” terang Gunawan.

Saat ini penerimaan retribusi wisata paling banyak ditumpu dari pos loket masuk ke Tosari-Bromo. Total penerimaan sampai kemarin tercatat mencapai Rp 41,515 juta. Sedangkan Ranu Grati hanya mencapai Rp 17,664 juta.

Tertinggi, memang masih dipegang oleh Pemandian Alam Banyubiru yang mencapai Rp 168,78 juta. Namun, Banyubiru sendiri sudah tidak lagi dibuka sejak Maret atau awal Pandemi Covid-19. Ini lantaran saat ini kawasan setempat masih diperbaiki.

“Ditambah saat ini ada pengerjaan fisik menyeluruh dari dana DAK di Banyubiru, Sehingga sementara kami tutup agar bisa fokus menyelesaikan pengerjaan fisik DAK mulai pavingisasi sampai kios PKL,” terangnya.

Dengan total penerimaan yang masih Rp 227,955 juta, jumlah ini memang masih belum separo target. Namun Disparbud Kabupaten Pasuruan tetap optimistis target Rp 500 juta masih bisa tercapai sampai tutup tahun nanti.

“Targetnya Banyubiru sendiri akan kami buka saat Desember nanti. Sehingga saat liburan akhir tahun masih bisa menyumbang retribusi wisata. Termasuk Ranu Grati dan Tosari juga diprediksi akan terdongkrak wisatawan saat akhir pekan termasuk liburan akhir tahun nanti,” ujarnya. (eka/mie)

GRATI, Radar Bromo – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pasuruan kembali menggeliat sejak wilayah setempat masuk zona oranye, 7 Oktober lalu. Sebab, sejumlah tempat wisata kembali beroperasi lagi. Termasuk tempat wisata yang dikelola pemkab.

Meski begitu, 5 hari terakhir, realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata di Kabupaten Pasuruan masih cukup minim. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 500 juta, sampai Senin (12/10) realisasi masih tercapai Rp 227,955 juta.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, realisasi penerimaan PAD dari tempat wisata memang masih minim. Diduga lantaran masih banyak masyarakat yang enggan berwisata di tengah pandemi Covid-19 yang belum berlalu.

“Meski sifatnya juga masih buka tutup seperti saat zona merah kemarin, sehingga pengunjung memang masih sedikit. Masih jauh dibandingkan saat keadaan normal lalu,” terang Gunawan.

Saat ini penerimaan retribusi wisata paling banyak ditumpu dari pos loket masuk ke Tosari-Bromo. Total penerimaan sampai kemarin tercatat mencapai Rp 41,515 juta. Sedangkan Ranu Grati hanya mencapai Rp 17,664 juta.

Tertinggi, memang masih dipegang oleh Pemandian Alam Banyubiru yang mencapai Rp 168,78 juta. Namun, Banyubiru sendiri sudah tidak lagi dibuka sejak Maret atau awal Pandemi Covid-19. Ini lantaran saat ini kawasan setempat masih diperbaiki.

“Ditambah saat ini ada pengerjaan fisik menyeluruh dari dana DAK di Banyubiru, Sehingga sementara kami tutup agar bisa fokus menyelesaikan pengerjaan fisik DAK mulai pavingisasi sampai kios PKL,” terangnya.

Dengan total penerimaan yang masih Rp 227,955 juta, jumlah ini memang masih belum separo target. Namun Disparbud Kabupaten Pasuruan tetap optimistis target Rp 500 juta masih bisa tercapai sampai tutup tahun nanti.

“Targetnya Banyubiru sendiri akan kami buka saat Desember nanti. Sehingga saat liburan akhir tahun masih bisa menyumbang retribusi wisata. Termasuk Ranu Grati dan Tosari juga diprediksi akan terdongkrak wisatawan saat akhir pekan termasuk liburan akhir tahun nanti,” ujarnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/