alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Per Hari Rata-Rata 28 Bus Masuk Terminal Unsur

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah dinyatakan zona risiko sedang Covid-19. Meski begitu, kondisi itu tak terlalu berdampak pada aktivitas di Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan.

Sampai kemarin, kondisi terminal yang terletak di Blandongan itu masih sepi. Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menyebut jumlah penumpang yang naik bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di terminal setempat masih landai. Tidak ada perbedaan dibandingkan dengan awal pandemi Covid 19.

Pengawas angkutan jalan dan terminal pada unit pelaksana teknis lalu lintas angkutan jalan (UPT LLAJ) Probolinggo pada Dishub Jatim Yulianto mengungkapkan, rata-rata bus AKDP yang masuk terminal berkisar 28 unit. Jumlah itu jauh menurun dibandingkan saat kondisi sebelum ada Covid 19. Saat itu, bus AKDP bisa mencapai 95 unit yang masuk terminal.

“Tidak ada yang berbeda dengan saat awal awal penyebaran Covid-19. Jumlah penumpang yang datang dan masuk juga landai. Hanya berkisar antara 200 penumpang saja. Padahal kalau normal bisa 1.000 penumpang,” ungkap Yulianto.

Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi hampir tiap hari. Namun hal ini bisa dimaklumi karena transportasi belum normal seperti sebelum ada Covid-19.

Jumlah penumpang masih dibatasi. Tak hanya itu pelaksanaan daring untuk sekolah dan perkuliahan juga membuat bus AKDP ikut terdampak. Banyak mahasiswa dari luar kota yang menggunakan transportasi bus selama ini.

“Meski demikian, pemberlakuan protokoler kesehatan tidak kami kurangi. Penumpang kami minta menggunakan masker dan cuci tangan sebelum masuk bus. Kami juga rutin lakukan penyemprotan tiga kali dalam sehari,” sebut Yulianto. (riz/mie)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah dinyatakan zona risiko sedang Covid-19. Meski begitu, kondisi itu tak terlalu berdampak pada aktivitas di Terminal Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan.

Sampai kemarin, kondisi terminal yang terletak di Blandongan itu masih sepi. Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menyebut jumlah penumpang yang naik bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di terminal setempat masih landai. Tidak ada perbedaan dibandingkan dengan awal pandemi Covid 19.

Pengawas angkutan jalan dan terminal pada unit pelaksana teknis lalu lintas angkutan jalan (UPT LLAJ) Probolinggo pada Dishub Jatim Yulianto mengungkapkan, rata-rata bus AKDP yang masuk terminal berkisar 28 unit. Jumlah itu jauh menurun dibandingkan saat kondisi sebelum ada Covid 19. Saat itu, bus AKDP bisa mencapai 95 unit yang masuk terminal.

“Tidak ada yang berbeda dengan saat awal awal penyebaran Covid-19. Jumlah penumpang yang datang dan masuk juga landai. Hanya berkisar antara 200 penumpang saja. Padahal kalau normal bisa 1.000 penumpang,” ungkap Yulianto.

Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi hampir tiap hari. Namun hal ini bisa dimaklumi karena transportasi belum normal seperti sebelum ada Covid-19.

Jumlah penumpang masih dibatasi. Tak hanya itu pelaksanaan daring untuk sekolah dan perkuliahan juga membuat bus AKDP ikut terdampak. Banyak mahasiswa dari luar kota yang menggunakan transportasi bus selama ini.

“Meski demikian, pemberlakuan protokoler kesehatan tidak kami kurangi. Penumpang kami minta menggunakan masker dan cuci tangan sebelum masuk bus. Kami juga rutin lakukan penyemprotan tiga kali dalam sehari,” sebut Yulianto. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/