alexametrics
25C
Probolinggo
Thursday, 21 January 2021

Peserta-Juri City Branding Gayeng saat Tecnical Meeting

PURWOREJO, Radar Bromo – Persiapan sepuluh besar peserta sayembara logo desain city branding Kota Pasuruan kian mantap. Kamis (12/9), mereka mengikuti technical meeting sebelum memasuki tahap kompetisi.

Dari 10 peserta, hanya delapan peserta yang mengikuti technical meeting di kantor Bappelitbangda Kota Pasuruan. Sedangkan dua peserta lainnya, izin lantaran berhalangan hadir.

Para peserta itu dipertemukan dengan seluruh dewan juri serta sejumlah stakeholder. Mereka di-briefing guna memantapkan persiapan kompetisi. Para peserta dicekoki pengetahuan lebih mendalam mengenai seluk-beluk Kota Pasuruan. Khususnya melalui enam perspektif yang disepakati.

“Sebelumnya sudah kami berikan pedoman, namun itu hanya berupa bacaan. Melalui TM, peserta bisa berinteraksi dan menggali pengetahuan lebih dalam pengetahuan dari juri maupun stakeholder,” ungkap Kepala Bappelitbangda Kota Pasuruan, Adri Djoko Srijono.

Djoko berharap, para peserta mendapat inspirasi lebih luas sehingga logo yang didesain nanti representatif dengan kondisi Kota Pasuruan. Sedangkan dua peserta yang tak mengikuti technical meeting, akan diberikan materi tersendiri.

Selama dua pekan kedepan, peserta mulai mendesain logo. Konsep desain itu bakal dipresentasikan pada 26 September. Selain menyampaikan ke dewan juri, peserta bakal merepresentasikan konsep desain yang dibuat ke Wawali Kota Pasuruan, Sekda, Asisten Perekonomian, perwakilan anggota DPRD, kepala dinas terpilih, dan stakeholder.

Antusiasme peserta mengikuti sayembara itu juga cukup tinggi. Buktinya ada pula peserta yang rela datang jauh-jauh dari luar daerah guna ikut technical meeting. Salah satunya yakni Argo Baskoro, peserta asal Jogjakarta. Ia yang mengaku belum pernah menginjak Kota Pasuruan, datang sehari sebelum digelarnya technical meeting.

“Saya merasa tertarik ikut lomba ini karena saya pikir Pasuruan itu kota kecil. Jadi, saya harap bisa ikut andil untuk membranding kota agar lebih dikenal orang,” kata pria yang selama ini berprofesi sebagai desainer logo produk.

Begitu pula dengan Zainal Abidin, peserta asal Malang yang selama ini sering mendesain logo untuk company. “Saya berharap agar karya saya bermanfaat untuk masyarakat luas. Karena selama ini hanya untuk company. Pernah sekali ikut lomba city branding di Sidney Australi, tapi itu saya dengan tim. Ini tantangan saya bekerja sendiri,” kata Zainal. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU