alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Posbindu PTM jadi Upaya Puskesmas Lekok untuk Ikhtiar Jaga Kesehatan Mandiri

LEKOK, Radar Bromo – Keberadaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di Puskesmas Lekok dimanfaatkan untuk mengendalikan penyakit tidak menular (PTM). Sebab PTM adalah penyebab utama kematian secara global. Bahkan menurut World Health Organization tahun 2018, sebesar 71 persen kematian secara global disebabkan oleh PTM. Bahkan di Indonesia PTM menyumbang 73 persen penyebab kematian di 2016.

Posbindu PTM di Puskesmas Lekok ditujukan untuk mengurangi risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Terutama untuk menjangkau masyarakat yang “merasa sehat” dapat dideteksi secara dini faktor risikonya sedini mungkin. Supaya orang dengan penderita PTM dapat mencegah timbulnya komplikasi.

Antusias masyarakat begitu tinggi selama Posbindu PTM digelar. Seperti bebeapa waktu lalu yang pernah digelar di Desa Alastlogo. Sejak pagi warga berdatangan dan bersiap untuk memeriksakan kesehatannya.

“Warga rutin datang ke Posbindu PTM. Selain ditimbang berat badan, juga diukur tekanan darah, kolesterol, asam urat dan gula darah mereka,” beber Kepala OOBF Puskesmas Lekok HR Gatot Trisila

Semua data hasil pemeriksaantertulis di catatan kesehatan yang direkap petugas kesehatan. Adapun kegiatan di Posbindu PTM, tak hanya pemeriksaan. Tetapi juga ada penyuluhan kesehatan, seperti hipertensi dan diabetes. Animo masyarakat juga tinggi. Terbukti saat itu ada yang mengacungkan tangan dan langsung bertanya.

“Saya banyak pantangan (makan),” kata Rumi, salah satu warga di Alastlogo dengan logat Madura yang kental. Rumi mengaku, sejak terdeteksi hipertensi dan asam urat, ia menghindari konsumsi ikan asin, sayur bayam, taoge, dan ikan sarden. Ia juga rutin berjalan kaki setiap pagi. Bagi Rumi, keberadaan Posbindu PTM membantunya, sebagai alat kontrol agar tak menderita penyakit berbahaya.

LEKOK, Radar Bromo – Keberadaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di Puskesmas Lekok dimanfaatkan untuk mengendalikan penyakit tidak menular (PTM). Sebab PTM adalah penyebab utama kematian secara global. Bahkan menurut World Health Organization tahun 2018, sebesar 71 persen kematian secara global disebabkan oleh PTM. Bahkan di Indonesia PTM menyumbang 73 persen penyebab kematian di 2016.

Posbindu PTM di Puskesmas Lekok ditujukan untuk mengurangi risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Terutama untuk menjangkau masyarakat yang “merasa sehat” dapat dideteksi secara dini faktor risikonya sedini mungkin. Supaya orang dengan penderita PTM dapat mencegah timbulnya komplikasi.

Antusias masyarakat begitu tinggi selama Posbindu PTM digelar. Seperti bebeapa waktu lalu yang pernah digelar di Desa Alastlogo. Sejak pagi warga berdatangan dan bersiap untuk memeriksakan kesehatannya.

“Warga rutin datang ke Posbindu PTM. Selain ditimbang berat badan, juga diukur tekanan darah, kolesterol, asam urat dan gula darah mereka,” beber Kepala OOBF Puskesmas Lekok HR Gatot Trisila

Semua data hasil pemeriksaantertulis di catatan kesehatan yang direkap petugas kesehatan. Adapun kegiatan di Posbindu PTM, tak hanya pemeriksaan. Tetapi juga ada penyuluhan kesehatan, seperti hipertensi dan diabetes. Animo masyarakat juga tinggi. Terbukti saat itu ada yang mengacungkan tangan dan langsung bertanya.

“Saya banyak pantangan (makan),” kata Rumi, salah satu warga di Alastlogo dengan logat Madura yang kental. Rumi mengaku, sejak terdeteksi hipertensi dan asam urat, ia menghindari konsumsi ikan asin, sayur bayam, taoge, dan ikan sarden. Ia juga rutin berjalan kaki setiap pagi. Bagi Rumi, keberadaan Posbindu PTM membantunya, sebagai alat kontrol agar tak menderita penyakit berbahaya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/