alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Belanja Tidak Terduga Pemkab Pasuruan Bakal Ditambah Rp 21 Miliar

PASURUAN, Radar Bromo – Anggaran dana belanja tidak terduga (BTT) Pemkab Pasuruan sudah terserap Rp 21 miliar. Anggaran yang tersisa sekarang hanya Rp 4 miliar.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, sejauh ini penggunaan dana BTT di daerahnya cukup besar. Dari anggaran Rp 25 miliar, telah terserap sekitar Rp 21 miliar. “Hingga semester dua ini hanya tinggal Rp 4 miliar. Jadi banyak yang telah digunakan,” katanya.

Harris mengatakan, BTT tidak digunakan hanya untuk kebencanaan, tetapi untuk semua yang berstatus darurat. ”Semuanya yang bersifat kedaruratan berhak menggunakan dana itu,” katanya.

Lebih lanjut, BPBD tengah mengupayakan penambahan dana BTT. Sebelumnya, dana itu bakal ditambah melalui mekanisme refocusing yang berlanjut hingga sekarang. Tetapi, hingga saat ini, penambahan belum ada.

”Iya belum ada tambahan sejauh ini,” terangnya.

Menurut rencana, ada penambahan sekitar Rp 21 miliar. Namun, BPBD belum menerima pemberitahuan lebih lanjut. Apakah dana itu dari hasil refocusing anggaran atau diambilkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) mendatang.

“Kabarnya ada. Tapi, apakah dari refocusing atau PAK, kami belum terima pemberitahuan lebih lanjut,” tuturnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Anggaran dana belanja tidak terduga (BTT) Pemkab Pasuruan sudah terserap Rp 21 miliar. Anggaran yang tersisa sekarang hanya Rp 4 miliar.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, sejauh ini penggunaan dana BTT di daerahnya cukup besar. Dari anggaran Rp 25 miliar, telah terserap sekitar Rp 21 miliar. “Hingga semester dua ini hanya tinggal Rp 4 miliar. Jadi banyak yang telah digunakan,” katanya.

Harris mengatakan, BTT tidak digunakan hanya untuk kebencanaan, tetapi untuk semua yang berstatus darurat. ”Semuanya yang bersifat kedaruratan berhak menggunakan dana itu,” katanya.

Lebih lanjut, BPBD tengah mengupayakan penambahan dana BTT. Sebelumnya, dana itu bakal ditambah melalui mekanisme refocusing yang berlanjut hingga sekarang. Tetapi, hingga saat ini, penambahan belum ada.

”Iya belum ada tambahan sejauh ini,” terangnya.

Menurut rencana, ada penambahan sekitar Rp 21 miliar. Namun, BPBD belum menerima pemberitahuan lebih lanjut. Apakah dana itu dari hasil refocusing anggaran atau diambilkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) mendatang.

“Kabarnya ada. Tapi, apakah dari refocusing atau PAK, kami belum terima pemberitahuan lebih lanjut,” tuturnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/