Siapkan New Normal di Pesantren, DPRD Dorong Penuhi Fasilitas

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan kini tengah mengkaji skenario yang bakal diterapkan ketika memasuki era tatanan kehidupan normal baru atau new normal. Termasuk kehidupan di pondok-pondok pesantren.

Langkah awal yang telah diambil Pemkot yakni melakukan koordinasi dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren maupun Kementerian Agama Kota Pasuruan. Pemkot ingin menyiapkan skenario yang harus dijalankan ketika aktivitas di pondok pesantren kembali dibuka.

“Itu, sudah menjadi pembahasan kami bersama pihak pesantren dan Kemenag,” kata Pj Sekda Kota Pasuruan Rudiyanto.

Pihaknya menilai aktivitas di pesantren memang sangat penting. Bukan hanya karena pemerintah tengah menggaungkan new normal. Melainkan pendidikan keagamaan di pesantren yang memang diperlukan untuk mencetak karakter religius.

“Tentunya jika nanti dibuka kembali tetap dengan protokol kesehatan,” terang Rudi.

Tetapi, Rudi mengaku perlu mematangkan persiapan sebelum pondok pesantren kembali dibuka. Sebab, nantinya pihak pondok pesantren juga harus mengikuti ketentuan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Dedy Tjahjo Poernomo mendukung jika pondok pesantren dibuka kembali. Dengan catatan, protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk memastikan protokol kesehatan bisa diterapkan dengan baik.

Terutama berkaitan dengan kebutuhan perlengkapan yang menunjang protokol kesehatan. Seperti masker, sarana cuci tangan atau hand sanitizer, thermo gun, antiseptik, hingga suplemen bagi santri yang kembali ke pesantren.

“Perlu diingat ya bahwa pesantren itu tidak money oriented. Jadi, pemerintah harus memfasilitasi perlengkapan yang menunjang protokol kesehatan,” terang Dedy.

Menanggapi hal itu, Rudi belum banyak berkomentar. Menurutnya, memang perlu pembahasan lebih lanjut untuk mematangkan persiapan dibukanya kembali pondok pesantren.

“Kemarin baru rapat koordinasi perdana, jadi masih perlu dibicarakan lebih intensif agar persiapannya juga matang,” bebernya. (tom/fun)