alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Minta Warga Cegah Hepatitis Akut meski Belum Ada Kasus di Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan belum menemukan satu pun kasus hepatitis akut misterius. Namun, warga tetap diminta waspada dan proaktif mencegah penyakit yang belum diketahui penyebabnya tersebut. Sebab, hepatitis akut ini menular.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengingatkan masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, kasus hepatitis akut misterius tersebut diharapkan tidak sampai terjadi di Kota Pasuruan.

”Sampai saat ini belum ada,” katanya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan warga untuk mencegah penularan penyakit tersebut. Yaitu, selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang dimasak benar-benar matang. Selain itu, tidak bergantian memakai peralatan makan, menjaga protokol kesehatan, dan tidak berkontak dengan yang sakit.

Shierly tetap mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati. Terlebih kalangan anak-anak hingga remaja. ”Kasus hepatitis akut bisa terjadi pada anak usia 1 bulan sampai 16 tahun,” katanya.

Menurut Shierly, ada beberapa ciri hepatitis akut yang harus diwaspadai. Di antaranya, gejala demam disertai mual, muntah, sakit perut, diare, kuning pada kulit dan mata, serta urine berwarna gelap seperti teh. Semua gejala tersebut mirip dengan kasus hepatitis yang disebabkan oleh virus A, B, C, D, maupun E.

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan belum menemukan satu pun kasus hepatitis akut misterius. Namun, warga tetap diminta waspada dan proaktif mencegah penyakit yang belum diketahui penyebabnya tersebut. Sebab, hepatitis akut ini menular.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengingatkan masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, kasus hepatitis akut misterius tersebut diharapkan tidak sampai terjadi di Kota Pasuruan.

”Sampai saat ini belum ada,” katanya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan warga untuk mencegah penularan penyakit tersebut. Yaitu, selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang dimasak benar-benar matang. Selain itu, tidak bergantian memakai peralatan makan, menjaga protokol kesehatan, dan tidak berkontak dengan yang sakit.

Shierly tetap mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati. Terlebih kalangan anak-anak hingga remaja. ”Kasus hepatitis akut bisa terjadi pada anak usia 1 bulan sampai 16 tahun,” katanya.

Menurut Shierly, ada beberapa ciri hepatitis akut yang harus diwaspadai. Di antaranya, gejala demam disertai mual, muntah, sakit perut, diare, kuning pada kulit dan mata, serta urine berwarna gelap seperti teh. Semua gejala tersebut mirip dengan kasus hepatitis yang disebabkan oleh virus A, B, C, D, maupun E.

MOST READ

BERITA TERBARU

/