alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

e-Sambat Malah Terima Aduan di Luar Pasuruan, Ini Keluhannya

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Warga Kota Pasuruan merespons cepat peluncuran aplikasi e-Sambat. Sekitar dua pekan sejak diluncurkan pada Rabu (28/4), sudah masuk sekitar 50 pengaduan. Keluhannya beragam.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menyebutkan, ada 65 aduan yang masuk ke aplikasi hingga Minggu (9/5). Sejumlah dinas yang kerap menerima aduan, antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan, serta Dinas Tenaga Kerja.

”Kominfo juga ada, seperti hotline yang belum lengkap. Kemarin sudah ditindaklanjuti. Kami lengkapi,” katanya.

Menurut Kokoh, setiap pengaduan ditanggapi langsung oleh dinas terkait. Namun, untuk beberapa aduan, perlu waktu untuk menindaklanjutinya. Harus menunggu. ”Contohnya, perbaikan jalan berlubang. Itu kan butuh proses, butuh waktu,” terangnya.

Kendati demikian, Dinas Kominfo memastikan setiap aduan pasti direspons. Setidaknya tercatat, 50 aduan sudah diterima, 7 sedang ditindaklanjuti, dan 8 ditolak. Mengapa ditolak?

Kokoh menyebut aduan ditolak karena materi aduannya bukan kewenangan pemkot.

Misalnya, pertanyaan mengenai besaran tarif tol. Atau soal jalan rusak di wilayah selain Kota Pasuruan.

Namun, meski salah alamat, Kominfo memastikan aduan yang masuk seluruhnya direspons. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami lingkup pengaduan yang bisa disampaikan.

”Tetap kami sampaikan kepada pengadu bahwa yang seperti itu di luar kewenangan pemkot. Agar pengadu paham,” ujarnya. (tom/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Warga Kota Pasuruan merespons cepat peluncuran aplikasi e-Sambat. Sekitar dua pekan sejak diluncurkan pada Rabu (28/4), sudah masuk sekitar 50 pengaduan. Keluhannya beragam.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menyebutkan, ada 65 aduan yang masuk ke aplikasi hingga Minggu (9/5). Sejumlah dinas yang kerap menerima aduan, antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan, serta Dinas Tenaga Kerja.

”Kominfo juga ada, seperti hotline yang belum lengkap. Kemarin sudah ditindaklanjuti. Kami lengkapi,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Menurut Kokoh, setiap pengaduan ditanggapi langsung oleh dinas terkait. Namun, untuk beberapa aduan, perlu waktu untuk menindaklanjutinya. Harus menunggu. ”Contohnya, perbaikan jalan berlubang. Itu kan butuh proses, butuh waktu,” terangnya.

Kendati demikian, Dinas Kominfo memastikan setiap aduan pasti direspons. Setidaknya tercatat, 50 aduan sudah diterima, 7 sedang ditindaklanjuti, dan 8 ditolak. Mengapa ditolak?

Kokoh menyebut aduan ditolak karena materi aduannya bukan kewenangan pemkot.

Misalnya, pertanyaan mengenai besaran tarif tol. Atau soal jalan rusak di wilayah selain Kota Pasuruan.

Namun, meski salah alamat, Kominfo memastikan aduan yang masuk seluruhnya direspons. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami lingkup pengaduan yang bisa disampaikan.

”Tetap kami sampaikan kepada pengadu bahwa yang seperti itu di luar kewenangan pemkot. Agar pengadu paham,” ujarnya. (tom/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2