alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Spesialis Jambret Perhiasan Anak-Anak di Pasuruan Dibekuk

PASURUAN, Radar Bromo – Sepak terjang Baikhuni sebagai kriminal berakhir. Lelaki 25 tahun  itu juga harus berhenti memberi makan anak dan istrinya dengan nafkah haram dari hasil menjambret. Penjahat asal Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan itu dibekuk polisi.

Bapak satu anak itu ditangkap pada Jumat (1/4). Malam itu, sekitar pukul 20.00, Baikhuni sedang berada jalan depan Makam Umum Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso. Begitu dikepung, dia tidak berkutik.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan, pelaku merupakan spesialis penjambret perhiasan anak. Modusnya, dia mencari sasaran dulu. Kemudian, mengincar bocil (bocah cilik) yang mengenakan perhiasan. Khususnya, kalung emas. Ketika waktu dan tempatnya tepat, Baikhuni langsung beraksi. Kalung emas di leher bocah sasaran langsung direnggutnya.

”Korbannya rata-rata anak-anak. Pelaku ini sudah melakukan aksinya di belasan TKP,” katanya kemarin (12/4).

Jauhari memerinci, setelah diinterogasi, pelaku mengaku telah menjambret kalung di sebelas tempat kejadian perkara (TKP). Di antaranya, lima lokasi di wilayah Kecamatan Rejoso. Lalu, enam TKP lainnya di wilayah Kecamatan Gondangwetan.

Selama ini, aksinya telah meresahkan orang tua anak-anak korban penjambretan. Lebih-lebih, pelaku mengincar korbannya di siang bolong. ”Ya supaya bisa melihat perhiasannya emas atau bukan,” ungkap Baikhuni kepada polisi. Orang tua khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.

Informasi tentang jambret kalung itu pun masuk ke jajaran Polres Pasuruan Kota. Satreskrim berhasil mengendus jejak pelaku dan mengerucut ke nama Baikhuni. Ditangkaplah dia.

PASURUAN, Radar Bromo – Sepak terjang Baikhuni sebagai kriminal berakhir. Lelaki 25 tahun  itu juga harus berhenti memberi makan anak dan istrinya dengan nafkah haram dari hasil menjambret. Penjahat asal Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan itu dibekuk polisi.

Bapak satu anak itu ditangkap pada Jumat (1/4). Malam itu, sekitar pukul 20.00, Baikhuni sedang berada jalan depan Makam Umum Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso. Begitu dikepung, dia tidak berkutik.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan, pelaku merupakan spesialis penjambret perhiasan anak. Modusnya, dia mencari sasaran dulu. Kemudian, mengincar bocil (bocah cilik) yang mengenakan perhiasan. Khususnya, kalung emas. Ketika waktu dan tempatnya tepat, Baikhuni langsung beraksi. Kalung emas di leher bocah sasaran langsung direnggutnya.

”Korbannya rata-rata anak-anak. Pelaku ini sudah melakukan aksinya di belasan TKP,” katanya kemarin (12/4).

Jauhari memerinci, setelah diinterogasi, pelaku mengaku telah menjambret kalung di sebelas tempat kejadian perkara (TKP). Di antaranya, lima lokasi di wilayah Kecamatan Rejoso. Lalu, enam TKP lainnya di wilayah Kecamatan Gondangwetan.

Selama ini, aksinya telah meresahkan orang tua anak-anak korban penjambretan. Lebih-lebih, pelaku mengincar korbannya di siang bolong. ”Ya supaya bisa melihat perhiasannya emas atau bukan,” ungkap Baikhuni kepada polisi. Orang tua khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.

Informasi tentang jambret kalung itu pun masuk ke jajaran Polres Pasuruan Kota. Satreskrim berhasil mengendus jejak pelaku dan mengerucut ke nama Baikhuni. Ditangkaplah dia.

MOST READ

BERITA TERBARU

/