alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Ada Masalah Pencairan THR di Kab Pasuruan, Mengadu di Posko Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan membuka pokso pengaduan terkait tunjangan hari raya (THR). Namun, belum ada pengaduan atau permohonan penangguhan.

Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Nurul Huda melalui Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Imam Gozali mengatakan, mulai membuka posko pengaduan THR Selasa (12/4). Posko itu disiapkan untuk menampung aspirasi para buruh yang THR-nya mungkin tidak dibayar perusahaan.

”Yang mau mengadu bisa langsung datang ke kantor Disnaker,” katanya.

Gozali menjelaskan, tidak hanya pekerja yang bisa mendatangi pos untuk mengadu. Perusahaan juga bisa datang jika ingin melakukan penangguhan pembayaran THR. Tetapi, sejauh ini, belum pernah ada yang melakukan itu.

”Ini kan baru buka,” tandasnya.

Pembukaan pos pengaduan THR dilakukan setelah turunnya Surat Edaran (SE) Menteri Ketenegakerjaan Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Berdasar SE tersebut, Gozali meminta perusahaan membayarkan THR karyawan sesuai dengan aturan. Yakni, tidak mencicil atau tidak telat waktunya. ”Dalam aturan itu paling lambat harus dibayar H-7. Perusahaan yang mampu diharapkan membayarkan lebih awal,” tegasnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan membuka pokso pengaduan terkait tunjangan hari raya (THR). Namun, belum ada pengaduan atau permohonan penangguhan.

Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Nurul Huda melalui Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Imam Gozali mengatakan, mulai membuka posko pengaduan THR Selasa (12/4). Posko itu disiapkan untuk menampung aspirasi para buruh yang THR-nya mungkin tidak dibayar perusahaan.

”Yang mau mengadu bisa langsung datang ke kantor Disnaker,” katanya.

Gozali menjelaskan, tidak hanya pekerja yang bisa mendatangi pos untuk mengadu. Perusahaan juga bisa datang jika ingin melakukan penangguhan pembayaran THR. Tetapi, sejauh ini, belum pernah ada yang melakukan itu.

”Ini kan baru buka,” tandasnya.

Pembukaan pos pengaduan THR dilakukan setelah turunnya Surat Edaran (SE) Menteri Ketenegakerjaan Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Berdasar SE tersebut, Gozali meminta perusahaan membayarkan THR karyawan sesuai dengan aturan. Yakni, tidak mencicil atau tidak telat waktunya. ”Dalam aturan itu paling lambat harus dibayar H-7. Perusahaan yang mampu diharapkan membayarkan lebih awal,” tegasnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/