Hore.. Petani Tosari-Tutur Bisa Kembali Nikmati Pupuk Subsidi  

COST LEBIH MURAH: Petani di Tosari saat menyemprot tanamannya. Saat ini mereka kembali bisa menikmati pupuk subsidi usai blokir yang telah berjalan setahun lalu, akhirnya dicabut. (Mokhammad Zubaidillah / Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo–Para petani di Kecamatan Tosari dan Tutur kini bisa kembali menikmati pupuk bersubsidi. Pasalnya, pemerintah pusat akhirnya telah melakukan pencabutan atas pemblokiran jatah pupuk bersubsidi di wilayah setempat.

Hal itu terungkap dalam hearing yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Yetti Purwaningsih menuturkan, jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Tosari dan Tutur memang sempat diblokir. Pemblokiran itu berlangsung sejak kisaran Maret 2019 lalu.

Dampaknya, para petani di Tosari dan Tutur tak bisa menikmati pupuk murah yang disubsidi pemerintah. Mereka harus memanfaatkan pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih tinggi karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Pemblokiran pupuk bersubsidi untuk para petani Tosari dan Tutur, bermula dari tanaman gandum yang tak lagi diproduksi di wilayah setempat. Berdasarkan pantauan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), kawasan setempat dianggap bukan lahan pertanian.

“Karena tak lagi menanam gandum itu, maka dianggap kawasan Tutur dan Tosari bukan lagi kawasan pertanian. Sehingga, pemblokiran atas subsidi pupuk di kawasan Tosari dan Tutur terjadi,” jelas dia.

Padahal, bukan hanya petani gandum yang membutuhkan pupuk. Karena di wilayah setempat, banyak tanaman hortikultura yang membutuhkan pupuk. Seperti petani kentang, kubis, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya. Hal ini akhirnya membuat petani setempat kelimpungan. “Kami sudah berusaha untuk melakukan pencabutan blokir pupuk bersubsidi itu sejak tahun lalu,” bebernya.

Upaya itu, rupanya membuahkan hasil. Karena pada 9 Maret 2020, muncul Permentan 10 Tahun 2020 tentang Pupuk. Dari situ, keran pupuk bersubsidi untuk petani Tosari dan Tutur yang sempat diblokir akhirnya kembali dibuka. “Alokasinya  sebanyak 367 ton untuk Tutur dan 721 ton untuk Tosari, jenis pupuk urea bersubsidi,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi menyampaikan, pencabutan blokir pupuk bersubsidi ini harus segera disosalisasikan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa kembali menikmati pupuk bersubsidi yang memiliki harga lebih murah.

“Kami minta dinas terkait untuk segera menyosialisasikan agar para petani bisa menikmati pupuk bersubsidi. Kami juga akan pantau kondisi lapangan, untuk memastikan para petani bisa menikmatinya,” bebernya.

Ia menegaskan, kalau pencabutan blokir pupuk bersubsidi itu merupakan perjuangan yang panjang. Kurang lebih setahun lamanya, sehingga blokir tersebut akhirnya benar-benar kembali dibuka. (one/mie)