alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dewan Minta Pendataan Disabilitas di Kota Pasuruan untuk Pemberdayaan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GADINGREJO, Radar Bromo – Warga disabilitas di Kota Pasuruan berharap pemerintah menyediakan sarana dan prasarana yang lebih ramah terhadap kalangannya. Sebab jika hal yang mendasar itu belum terpenuhi, Kota Pasuruan belum sepenuhnya menjadi kota inklusi.

Keinginan itu dicurahkan beberapa perwakilan penyandang disabilitas dalam pertemuan dengan anggota DPRD Kota Pasuruan beberapa waktu lalu. Sekretaris Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia Pasuruan, Deny Kurniawan berharap, agar pemerintah kedepannya memiliki program pemberdayaan terhadap penyandang tunanetra.

“Tidak perlu dikasihani, tapi yang terpenting adalah memberdayakan. Misalnya kami mencari ikan, jangan malah dikasih ikannya. Tapi kasih tempatnya, sehingga ikan yang sudah dicari itu, ada wadahnya,” kata Deny mengungkapkan dengan analogi.

Sedangkan untuk penyandang tuna rungu wicara, seringkali terkendala dengan fasilitas di kantor-kantor pelayanan publik. Begitu juga dengan penyandang tuna daksa. Kata Deny, penyandang tuna daksa kerap kesulitan kerap kesulitan ketika mengakses pelayanan publik.

“Misalnya ketika mau ke kamar mandi, aksesnya kadang kurang mendukung bagi teman-teman tuna daksa. Juga tata ruang kantor yang banyak tangga akan menyulitkan. Kami harap bisa lebih memperhatikan agar benar-benar menjadi kota inklusi,” bebernya.

Anggota DPRD Kota Pasuruan, Sutirta mengaku, akan turut mendorong pemerintah untuk menciptakan sarpras ramah disabilitas. Untuk itu, pihaknya juga mengajak perwakilan penyandang disabilitas untuk mendata warga disabilitas lainnya.

“Yang terpenting saat ini data warga disabilitas. Jika itu sudah ada, pemerintah bisa menyiapkan agar lebih ramah disabilitas,” bebernya.

Disamping itu, Ketua Komisi 1 itu juga akan mengawal kebutuhan penyandang disabilitas dalam hal pemberdayaan. Menurutnya, hal itu bisa diwujudkan dengan memberikan tenaga pendamping di setiap kelurahan atau kawasan yang terdapat penyandang disabilitas.

“Seperti halnya kader kesehatan. Nanti kami upayakan juga untuk membentuk pendamping bagi disabilitas, bedanya di sini lebih pada mendorong produktivitas mereka,” terangnya. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

GADINGREJO, Radar Bromo – Warga disabilitas di Kota Pasuruan berharap pemerintah menyediakan sarana dan prasarana yang lebih ramah terhadap kalangannya. Sebab jika hal yang mendasar itu belum terpenuhi, Kota Pasuruan belum sepenuhnya menjadi kota inklusi.

Keinginan itu dicurahkan beberapa perwakilan penyandang disabilitas dalam pertemuan dengan anggota DPRD Kota Pasuruan beberapa waktu lalu. Sekretaris Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia Pasuruan, Deny Kurniawan berharap, agar pemerintah kedepannya memiliki program pemberdayaan terhadap penyandang tunanetra.

“Tidak perlu dikasihani, tapi yang terpenting adalah memberdayakan. Misalnya kami mencari ikan, jangan malah dikasih ikannya. Tapi kasih tempatnya, sehingga ikan yang sudah dicari itu, ada wadahnya,” kata Deny mengungkapkan dengan analogi.

Mobile_AP_Half Page

Sedangkan untuk penyandang tuna rungu wicara, seringkali terkendala dengan fasilitas di kantor-kantor pelayanan publik. Begitu juga dengan penyandang tuna daksa. Kata Deny, penyandang tuna daksa kerap kesulitan kerap kesulitan ketika mengakses pelayanan publik.

“Misalnya ketika mau ke kamar mandi, aksesnya kadang kurang mendukung bagi teman-teman tuna daksa. Juga tata ruang kantor yang banyak tangga akan menyulitkan. Kami harap bisa lebih memperhatikan agar benar-benar menjadi kota inklusi,” bebernya.

Anggota DPRD Kota Pasuruan, Sutirta mengaku, akan turut mendorong pemerintah untuk menciptakan sarpras ramah disabilitas. Untuk itu, pihaknya juga mengajak perwakilan penyandang disabilitas untuk mendata warga disabilitas lainnya.

“Yang terpenting saat ini data warga disabilitas. Jika itu sudah ada, pemerintah bisa menyiapkan agar lebih ramah disabilitas,” bebernya.

Disamping itu, Ketua Komisi 1 itu juga akan mengawal kebutuhan penyandang disabilitas dalam hal pemberdayaan. Menurutnya, hal itu bisa diwujudkan dengan memberikan tenaga pendamping di setiap kelurahan atau kawasan yang terdapat penyandang disabilitas.

“Seperti halnya kader kesehatan. Nanti kami upayakan juga untuk membentuk pendamping bagi disabilitas, bedanya di sini lebih pada mendorong produktivitas mereka,” terangnya. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2