alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Gus Ipul Jadi Sekjen PB NU, Apa Pendapat Para Tokoh?

PASURUAN, Radar Bromo – Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf kini mempunyai jabatan baru. Ia resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) masa khidmat 2022-2027.

Hal itu diumumkan oleh Ketua Umum PB NU K.H. Yahya Cholil Staquf di gedung PB NU, Jakarta Pusat, Rabu (12/1). Saifulah Yusuf akan mendampingi K.H. Yahya Cholil Staquf yang terpilih sebagai Ketua Umum PB NU pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, akhir Desember 2021.

“Allhamdulillah, kami telah berhasil membuat atau memutuskan susunan lengkap pengurus PB NU di dalam rapat bersama formatur, diikuti Rais Aam, dan pihak yang ditunjuk 5 Januari lalu,” K.H. Yahya Cholil Staquf.

Postur pengurus PB NU masa khidmat 2022-2027 lebih gemuk. “Kami sengaja merancang sedemikian rupa, karena PB NU memiliki konstituensi yang sangat luas,” ujar Gus Yahya –panggilan akrab K.H. Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya menginginkan NU bisa menjangkau konstituen seluas-luasnya. Karena itu, memerlukan personel cukup banyak. Di samping itu, postur kepengurusan PB NU kali ini juga diklaim mencerminkan realitas multipolar di lingkungan sekitar. Baik dari segi kedaerahan, gender, maupun orientasi politik.

Ia memastikan unsur kedaerahan terwakili di jajaran pengurus PB NU. “Kami memiliki pengurus PB NU yang berasal dari semua wilayah di Indonesia. Ini PB NU berwajah nusantara,” ujarnya.

Unsur kedaerahan itu, salah satunya termasuk munculnya nama Gus Ipul. Ia memang sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Terutama di Jawa Timur. Politikus asal Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ini pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Mulai dari anggota DPR RI, menteri, dan wakil gubernur. Kini, ia menjadi Wali Kota Pasuruan.

PASURUAN, Radar Bromo – Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf kini mempunyai jabatan baru. Ia resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) masa khidmat 2022-2027.

Hal itu diumumkan oleh Ketua Umum PB NU K.H. Yahya Cholil Staquf di gedung PB NU, Jakarta Pusat, Rabu (12/1). Saifulah Yusuf akan mendampingi K.H. Yahya Cholil Staquf yang terpilih sebagai Ketua Umum PB NU pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, akhir Desember 2021.

“Allhamdulillah, kami telah berhasil membuat atau memutuskan susunan lengkap pengurus PB NU di dalam rapat bersama formatur, diikuti Rais Aam, dan pihak yang ditunjuk 5 Januari lalu,” K.H. Yahya Cholil Staquf.

Postur pengurus PB NU masa khidmat 2022-2027 lebih gemuk. “Kami sengaja merancang sedemikian rupa, karena PB NU memiliki konstituensi yang sangat luas,” ujar Gus Yahya –panggilan akrab K.H. Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya menginginkan NU bisa menjangkau konstituen seluas-luasnya. Karena itu, memerlukan personel cukup banyak. Di samping itu, postur kepengurusan PB NU kali ini juga diklaim mencerminkan realitas multipolar di lingkungan sekitar. Baik dari segi kedaerahan, gender, maupun orientasi politik.

Ia memastikan unsur kedaerahan terwakili di jajaran pengurus PB NU. “Kami memiliki pengurus PB NU yang berasal dari semua wilayah di Indonesia. Ini PB NU berwajah nusantara,” ujarnya.

Unsur kedaerahan itu, salah satunya termasuk munculnya nama Gus Ipul. Ia memang sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Terutama di Jawa Timur. Politikus asal Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ini pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Mulai dari anggota DPR RI, menteri, dan wakil gubernur. Kini, ia menjadi Wali Kota Pasuruan.

MOST READ

BERITA TERBARU