alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Terganjal Hasil Tes, Penumpang KA Bisa Reschedule H+90

PASURUAN, Radar Bromo – Penumpang kereta api untuk perjalanan jarak jauh kini harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen. Namun bagi penumpang yang tak bisa memenuhi persyaratan itu, diberi kesempatan reschedule hingga H+90 atau 90 hari usai membeli tiket.

“PT KAI (Kereta Api Indonesia) mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api. Kebijakan ini (menunjukkan surat keterangan hasi negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen) berlaku mulai 9 hingga 25 Januari,” ungkap pelaksana harian (Plh) Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika.

Radhit menjelaskan, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Namun syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun.

Selain itu, pelanggan KA jarak jauh harus dalam kondisi sehat dan tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, demam, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius.

Selain itu, penumpang KA harus memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam, tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan.

“Bagi pelanggan KA jarak jauh yang tidak bisa memenuhi persyaratan ini, namun terlanjur membeli tiket bisa menjadwal ulang keberangkatan. Bisa melalui stasiun dan loket resmi KAI,” sebut Radhit.

Adanya sejumlah persyaratan itu, ditanggapi beragam sejumlah calon penumpang. Ada yang mendukung, ada pula yang mengeluhkannya. “Sekarang kalau naik kereta harus rogoh kocek lebih dalam. Biaya tesnya saja berapa?” keluh Zubairi, salah satu warga yang ditemui di area stasiun, Selasa (12/1). (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU