alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Ajukan Seribu Sandbag untuk Tanggul Sementara di Sekarputih

GONDANG WETAN, Radar Bromo – Dalam dua pekan terakhir, warga Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan, sudah beberapa kali berjibaku dengan banjir yang disertai tumpukan material lumpur. Untuk antisipasi banjir kembali datang, saat ini tengah diajukan seribu sandbag untuk tanggul sementara penahan air.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi Selasa (12/1) siang, alat berat dari Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan masih sibuk melakukan pengerukan sisa lumpur yang ada di jalan utama desa setempat. Lumpur dikeruk agar akses warga kembali lancar. Sebab, akses utama desa menuju Desa Bajangan masih tertutup dampak banjir.

Plt Camat Gondang Wetan Zaki Yamani mengatakan, pengerukan lumpur dimulai dari jalan menuju Desa Bajangan. Hingga menjelang sore, pengerukan sudah mencapai gerbang masuk desa. “Ini dimulai dari awal. Sebelumnya, dilakukan pengerukan dampak banjir pertama. Dan sekaramg yang terakhir,” katanya.

Zaki menjelaskan, kemungkinan pengerukan tersebut akan selesai pada hari ini. Sebab, kondisi jalan yang dipenuhi lumpur masih banyak. Namun untuk gorong gorong, warga secara swadaya melakukan pembersihan.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa. Yang mana, untuk menanggulangi bencana kembali terjadi diperlukan bantuan kedaruratan. Salah satunya, untuk tanggul sementara menggunakan karung pasir.

“Akan kami ajukan karung pasir. Setelah didata oleh pihak desa, dibutuhkan sekitar 1.000 karung pasir untuk tanggul sementara,” jelasnya.

Selain itu, ke depan pihaknya akan mengajukan tanggul permanen. Tujuannya, untuk antisipasi luapan air Sungai Petung. Sehingga tidak lagi terjadi banjir yang menyusahkan warga banyak. “Yang pasti, kedaruratan terlebih dulu. Ke depan, akan diajukan tanggul untuk mencegah banjir,” tuturnya.

Diketahui, banjir menerjang ratusan rumah di Desa Sejarputih, Kecamatan Gondang Wetan, Pasuruan. Banjir pertama terjadi pada Selasa (5/1). Kemudian banjir menerjang kembali pada Minggu (10/1) dan menyebabkan ratusan rumah kembali tergenang air dan lumpur tebal. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU