Duh, Harga Cabai di Pasuruan Kian Mahal di Awal Penghujan

HARGA MEROKET: Seorang pedagang cabai di Pasar Besar sedang melayani pembeli. Harga cabai di Kota Pasuruan kini merangkak naik di awal musim hujan. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo-Datangnya musim hujan, berdampak pada harga komoditas di pasar. Terutama komoditas hasil pertanian yang dijual di tiga pasar tradisional di Kota Pasuruan.

Beberapa hari terakhir, harga sejumlah komoditas pertanian itu mulai melejit. Di antaranya, cabai yang mengalami kenaikan harga. Lonjakannya juga terbilang signifikan.

Cabai merah misalnya, yang sebelumnya berkisar Rp 30 ribu per kilogram. Saat ini naik hampir lipat dua. Harga per kilogram cabai merah mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

Selain itu, harga cabai rawit juga ikut naik. Selama akhir tahun lalu, harganya sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Saat ini berada di angka Rp 50 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga ini terpantau mulai berlangsung sekitar sepekan terakhir,” kata Kasi Perlindungan dan Pengawasan Konsumen pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Subhan Widi.

Subhan mengaku, pihaknya rutin mematau harga komoditas di tiga pasar. Yakni, Pasar Besar Kota Pasuruan, Pasar Gadingrejo dan Pasar Kebonagung. Dari pemantauan yang ia lakukan, lonjakan harga hanya berlaku untuk jenis cabai.

Subhan mengatakan, komoditas pertanian lainnya masih stabil. Misalnya, bawang merah yang masih dipatok dengan harga Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp 27 ribu per kilogram. “Artinya, yang memang signifikan ya cabai. Lainnya masih stabil,” jelasnya.

Dia menerangkan, kenaikan harga komoditas jenis cabai itu tak lepas dari faktor cuaca saat ini. Selama musim hujan, segala jenis cabai akan cepat membusuk. Di samping itu, pasokan di pasar juga sedikit berkurang. Itu, dikarenakan hasil panen dari petani yang kurang baik.

“Beberapa pedagang mengaku pasokan lebih sedikit. Juga cabai itu kan mudah membusuk selama musim hujan,” jelasnya. (tom/mie)