alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Pastikan Bangunan Sekolah Rusak Dapat Prioritas

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemkot bergerak cepat menyikapi insiden dua ruang kelas di dalam SDN Gentong Kota Pasuruan yang ambruk Oktober lalu. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini melakukan sosialisasi tentang bangunan yang dinilai membahayakan pada lembaga sekolah. Bangunan yang memang rusak bakal mendapatkan prioritas pembenahan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustav Purwoko mengungkapkan, pihaknya tidak ingin ada bangunan sekolah yang kembali ambruk. Karena itu PUPR sempat memberikan sosialisasi pada pihak sekolah. Sehingga jika ada bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki.

Dalam sosialisasi ini, PUPR menyampaikan beberapa indikasi atau ciri bangunan tersebut perlu direhab. Seperti bagian plafon sudah tidak rata atau bangunan dalam sudah mulai ada keretakan. Jika memang ditemukan tanda tanda ini, maka pihak sekolah bisa melaporkannya pada PUPR. Selanjutnya pihaknya bakal menindaklanjuti laporan ini.

“Kami tidak memberikan tenggat waktu. Pihak sekolah bebas melaporkan kapan saja. Jika memang ada bagian dari bangunan sekolah seperti ciri ciri tersebut bisa dilaporkan ke kami,”ungkapnya.

Gustav menjelaskan nantinya, pihak PUPR akan mendatangi bangunan yang dimaksud. Jika dari hasil pengecekan memang bangunan tersebut perlu direhab, maka PUPR akan menyampaikan hal ini sehingga perbaikannya menjadi program prioritas. Rehab nantinya bakal menyesuaikan kondisi bangunan.

“Jika bangunan tersebut perlu direhab total, maka kami akan mengusulkan demikian. Mengingat ini sudah masuk musim penghujan yang cukup rawan, maka pengecekan harus rutin,” terang Gustav.

Sementara itu, DPRD Kota Pasuruan tidak ingin peristiwa bangunan sekolah ambruk kembali terjadi. Karena itu, dewan berharap agar pengawasan pada sekolah lebih intens. Sehingga tidak terjadi bangunan roboh.

Anggota komisi III DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto mengungkapkan, musim hujan kini sudah berlangsung. Di sisi lain bangunan sekolah di Kota Pasuruan masih belum difungsikan karena pembelajaran untuk siswa dalam sistem daring akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat bangunan sekolah menjadi kurang terawat.

“Karena itu, perhatian pada kondisi bangunan sekolah harus lebih intens. Sehingga peristiwa ambruk seperti ruang kelas di SDN Gentong tidak terulang,” ungkapnya.

Ismu menjelaskan, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) serta dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait hal ini. Pihaknya berharap agar pengawasan bisa dimaksimalkan. Jika memang ada bangunan yang dinilai kurang layak, maka bisa dilakukan penanganganan dengan memperbaiki menggunakan dana kebencanaan.

“Dalam kondisi tertentu yang dinilai mendesak, penggunaan dana kebencaan bisa dilakukan. Apalagi saat musim penghujan dengan bangunan yang belum difungsikan hal apapun bisa saja terjadi,” jelasnya.

Gustav Purwoko mengaku jika saat ini kelayakan bangunan sekolah menjadi atensi pihaknya. Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengundang tim praktisi dan ahli bangunan untuk menilai kondisi bangunan sekolah baik SD dan SMP negeri serta swasta di Kota Pasuruan. Sehingga bisa diketahui bangunan masih bisa digunakan atau tidak.

“Tentu hal ini jadi perhatian kami. Jika memamg nanti ditemukan bangunan yang kurang layak bisa segera dilakukan penanganan. Jadi tidak terjadi hal seperti yang lalu,” sebut Gustav. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemkot bergerak cepat menyikapi insiden dua ruang kelas di dalam SDN Gentong Kota Pasuruan yang ambruk Oktober lalu. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini melakukan sosialisasi tentang bangunan yang dinilai membahayakan pada lembaga sekolah. Bangunan yang memang rusak bakal mendapatkan prioritas pembenahan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustav Purwoko mengungkapkan, pihaknya tidak ingin ada bangunan sekolah yang kembali ambruk. Karena itu PUPR sempat memberikan sosialisasi pada pihak sekolah. Sehingga jika ada bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki.

Dalam sosialisasi ini, PUPR menyampaikan beberapa indikasi atau ciri bangunan tersebut perlu direhab. Seperti bagian plafon sudah tidak rata atau bangunan dalam sudah mulai ada keretakan. Jika memang ditemukan tanda tanda ini, maka pihak sekolah bisa melaporkannya pada PUPR. Selanjutnya pihaknya bakal menindaklanjuti laporan ini.

“Kami tidak memberikan tenggat waktu. Pihak sekolah bebas melaporkan kapan saja. Jika memang ada bagian dari bangunan sekolah seperti ciri ciri tersebut bisa dilaporkan ke kami,”ungkapnya.

Gustav menjelaskan nantinya, pihak PUPR akan mendatangi bangunan yang dimaksud. Jika dari hasil pengecekan memang bangunan tersebut perlu direhab, maka PUPR akan menyampaikan hal ini sehingga perbaikannya menjadi program prioritas. Rehab nantinya bakal menyesuaikan kondisi bangunan.

“Jika bangunan tersebut perlu direhab total, maka kami akan mengusulkan demikian. Mengingat ini sudah masuk musim penghujan yang cukup rawan, maka pengecekan harus rutin,” terang Gustav.

Sementara itu, DPRD Kota Pasuruan tidak ingin peristiwa bangunan sekolah ambruk kembali terjadi. Karena itu, dewan berharap agar pengawasan pada sekolah lebih intens. Sehingga tidak terjadi bangunan roboh.

Anggota komisi III DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto mengungkapkan, musim hujan kini sudah berlangsung. Di sisi lain bangunan sekolah di Kota Pasuruan masih belum difungsikan karena pembelajaran untuk siswa dalam sistem daring akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat bangunan sekolah menjadi kurang terawat.

“Karena itu, perhatian pada kondisi bangunan sekolah harus lebih intens. Sehingga peristiwa ambruk seperti ruang kelas di SDN Gentong tidak terulang,” ungkapnya.

Ismu menjelaskan, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) serta dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait hal ini. Pihaknya berharap agar pengawasan bisa dimaksimalkan. Jika memang ada bangunan yang dinilai kurang layak, maka bisa dilakukan penanganganan dengan memperbaiki menggunakan dana kebencanaan.

“Dalam kondisi tertentu yang dinilai mendesak, penggunaan dana kebencaan bisa dilakukan. Apalagi saat musim penghujan dengan bangunan yang belum difungsikan hal apapun bisa saja terjadi,” jelasnya.

Gustav Purwoko mengaku jika saat ini kelayakan bangunan sekolah menjadi atensi pihaknya. Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengundang tim praktisi dan ahli bangunan untuk menilai kondisi bangunan sekolah baik SD dan SMP negeri serta swasta di Kota Pasuruan. Sehingga bisa diketahui bangunan masih bisa digunakan atau tidak.

“Tentu hal ini jadi perhatian kami. Jika memamg nanti ditemukan bangunan yang kurang layak bisa segera dilakukan penanganan. Jadi tidak terjadi hal seperti yang lalu,” sebut Gustav. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/