alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Target Sudah Diturunkan, Pendapatan Uji Kir Belum Terpenuhi

MAYANGAN, Radar Bromo – Target pendapatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, dari uji kir tahun ini sempat diturunkan dari Rp 900 juta menjadi Rp 800 juta. Meski sudah dikurangi Rp 100 juta, sejauh ini realisasinya belum 100 persen. Sejauh ini, pendapatannya baru mencapai Rp 681,743 juta.

Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Probolingggo Hakiki Amalia mengatakan, tahun kemarin pihaknya ditarget bisa mendapatkan Rp 750 juta dari uji kir. Realisasinya mencapai Rp 997.064.500.

Karena pendapatan tahun kemarin melebihi target, tahun ini target pendapaatan dari uji kir dinaikkan menjadi Rp 900 juta. “Tahun lalu bukan terpenuhi lagi, malah lebih dari target. Makanya tahun ini naik menjadi 900 juta,” ujar Kiki -sapaan Hakiki Amalia-.

Namun, dalam Perubahan APBD 2020, target pendapatan uji kir tahun ini diturunkan. Alasannya, karena terdanpak pandemi Covid-19. Target yang sebelumnya Rp 900 juta, berubah menjadi Rp 800 juta. “Jadi, per Oktober, saat PAK (perubahan anggaran keuangan) turun Rp 100 juta,” ujar Kiki.

Sampai akhir bulan kemarin, taget itu telah realisasi Rp 681,743 juta. Dengan sisa waktu dua bulan terakhir ini, Kiki mengaku optimistis pendapatan dari uji kir ini bisa mencapai target.

Alasannya, dihitung rata-rata setiap bulan, pendapatan uji kir mencapai Rp 70 juta. “Jika melihat pendapatan rata-rata, insyaallah tahun ini capai target. Mengingat, kurangnya kan Rp 118 juta untuk mencapai Rp 800 juta,” ujar Kiki. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Target pendapatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, dari uji kir tahun ini sempat diturunkan dari Rp 900 juta menjadi Rp 800 juta. Meski sudah dikurangi Rp 100 juta, sejauh ini realisasinya belum 100 persen. Sejauh ini, pendapatannya baru mencapai Rp 681,743 juta.

Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Probolingggo Hakiki Amalia mengatakan, tahun kemarin pihaknya ditarget bisa mendapatkan Rp 750 juta dari uji kir. Realisasinya mencapai Rp 997.064.500.

Karena pendapatan tahun kemarin melebihi target, tahun ini target pendapaatan dari uji kir dinaikkan menjadi Rp 900 juta. “Tahun lalu bukan terpenuhi lagi, malah lebih dari target. Makanya tahun ini naik menjadi 900 juta,” ujar Kiki -sapaan Hakiki Amalia-.

Namun, dalam Perubahan APBD 2020, target pendapatan uji kir tahun ini diturunkan. Alasannya, karena terdanpak pandemi Covid-19. Target yang sebelumnya Rp 900 juta, berubah menjadi Rp 800 juta. “Jadi, per Oktober, saat PAK (perubahan anggaran keuangan) turun Rp 100 juta,” ujar Kiki.

Sampai akhir bulan kemarin, taget itu telah realisasi Rp 681,743 juta. Dengan sisa waktu dua bulan terakhir ini, Kiki mengaku optimistis pendapatan dari uji kir ini bisa mencapai target.

Alasannya, dihitung rata-rata setiap bulan, pendapatan uji kir mencapai Rp 70 juta. “Jika melihat pendapatan rata-rata, insyaallah tahun ini capai target. Mengingat, kurangnya kan Rp 118 juta untuk mencapai Rp 800 juta,” ujar Kiki. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/