alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Eks Ketua Dukung Calon Sebelah, PDIP: Apa Nggak Terbalik?

PASURUAN, Radar Bromo – Pengurus DPC PDIP menyesalkan langkah Pranoto. Hal ini disebutkan Sekretaris DPC PDIP Kota Pasuruan Teddy Armanto. Dia menyayangkan sikap mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan tersebut. Dia menilai Pranoto tidak mematuhi keputusan DPP PDIP yang memberikan rekomendasi kepada Raharto Teno Prasetyo sebagai calon wali kota dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Kalau sebagai pengurus, apalagi Wakil Ketua Bidang Kehormatan, seharusnya tunduk patuh pada perintah DPP,” jelasnya.

Dia juga tak mengaku tak tahu apa yang mendorong Pranoto sehingga sikapnya keluar dari garis partai. Teddy juga menegaskan jika Pranoto sebagai wakil ketua bidang kehormatan tidak pernah aktif secara kepartaian.

“Dari awal DPP memberikan ruang, dalam artian diberi posisi sebagai wakil ketua bidang kehormatan. Tapi sampai hari ini tidak pernah ikut rapat ataupun datang ke DPC,” katanya.

Meski begitu, Teddy memastikan bahwa pihaknya selalu berupaya melakukan komunikasi dengan semua pengurus. Bahkan koordinasi internal dilakukan secara terbuka di grup WhatsApp sebelum ada kegiatan apapun.

“PDIP itu partai pelopor. Jadi kalau mau ada kegiatan atau rapat, semua disampaikan. Dan di grup itu ada pak Pranoto. Baru setelah ada foto bersama paslon 01, tiga hari yang lalu, dia (Pranoto, Red) saya keluarkan dari grup,” ujarnya.

Pihaknya memastikan tidak akan tinggal diam apabila ada kader yang tak mematuhi instruksi partai. Menurut Teddy, DPC PDIP sudah melaporkan Pranoto ke DPP melalui DPD. “Iya (diusulkan pemecatan) karena tidak sesuai dengan aturan partai. Jelas kami ganti lah. Setelah ada proses dari DPP nanti akan kami ganti,” terangnya.

Teddy juga heran atas pernyataan Pranoto yang menyebut bahwa sikap politiknya itu untuk menyelamatkan partai. “Menyelamatkan yang bagaimana menurut dia? Apa nggak terbalik? Saya yang menyelamatkan partai. Kalau dia benar-benar menyelamatkan partai, perolehan kursinya tidak mungkin turun. Sedangkan Pak Teno jadi Ketua DPC setelah pileg. Pada saat pileg kan ketuanya Pranoto, sekretarisnya Bu Luluk,” tukas Teddy.

Diketahui, perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Pasuruan memang berkurang. Sebelumnya, PDIP berhasil mendudukkan tiga kadernya sebagai wakil rakyat. Akan tetapi, hasil Pileg 2019, jumlah anggota DPRD dari PDIP hanya dua orang. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Pengurus DPC PDIP menyesalkan langkah Pranoto. Hal ini disebutkan Sekretaris DPC PDIP Kota Pasuruan Teddy Armanto. Dia menyayangkan sikap mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan tersebut. Dia menilai Pranoto tidak mematuhi keputusan DPP PDIP yang memberikan rekomendasi kepada Raharto Teno Prasetyo sebagai calon wali kota dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Kalau sebagai pengurus, apalagi Wakil Ketua Bidang Kehormatan, seharusnya tunduk patuh pada perintah DPP,” jelasnya.

Dia juga tak mengaku tak tahu apa yang mendorong Pranoto sehingga sikapnya keluar dari garis partai. Teddy juga menegaskan jika Pranoto sebagai wakil ketua bidang kehormatan tidak pernah aktif secara kepartaian.

“Dari awal DPP memberikan ruang, dalam artian diberi posisi sebagai wakil ketua bidang kehormatan. Tapi sampai hari ini tidak pernah ikut rapat ataupun datang ke DPC,” katanya.

Meski begitu, Teddy memastikan bahwa pihaknya selalu berupaya melakukan komunikasi dengan semua pengurus. Bahkan koordinasi internal dilakukan secara terbuka di grup WhatsApp sebelum ada kegiatan apapun.

“PDIP itu partai pelopor. Jadi kalau mau ada kegiatan atau rapat, semua disampaikan. Dan di grup itu ada pak Pranoto. Baru setelah ada foto bersama paslon 01, tiga hari yang lalu, dia (Pranoto, Red) saya keluarkan dari grup,” ujarnya.

Pihaknya memastikan tidak akan tinggal diam apabila ada kader yang tak mematuhi instruksi partai. Menurut Teddy, DPC PDIP sudah melaporkan Pranoto ke DPP melalui DPD. “Iya (diusulkan pemecatan) karena tidak sesuai dengan aturan partai. Jelas kami ganti lah. Setelah ada proses dari DPP nanti akan kami ganti,” terangnya.

Teddy juga heran atas pernyataan Pranoto yang menyebut bahwa sikap politiknya itu untuk menyelamatkan partai. “Menyelamatkan yang bagaimana menurut dia? Apa nggak terbalik? Saya yang menyelamatkan partai. Kalau dia benar-benar menyelamatkan partai, perolehan kursinya tidak mungkin turun. Sedangkan Pak Teno jadi Ketua DPC setelah pileg. Pada saat pileg kan ketuanya Pranoto, sekretarisnya Bu Luluk,” tukas Teddy.

Diketahui, perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Pasuruan memang berkurang. Sebelumnya, PDIP berhasil mendudukkan tiga kadernya sebagai wakil rakyat. Akan tetapi, hasil Pileg 2019, jumlah anggota DPRD dari PDIP hanya dua orang. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/