Saat Musim Kemarau Produksi Garam Capai 85 Persen dari Target

PASURUAN – Sampai akhir September 2018, produksi garam di Kabupaten Pasuruan sudah mencapai 12.978 ton. Jumlah ini sudah mencapai 85 persen dari target tahunan sebesar 15.250 ton garam.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, produksi garam tahun ini sudah cukup baik. Terbukti sampai akhir September realisasinya mencapai 85 persen dari target.

“Dari jumlah sementara ini, masih bisa bertambah. Ini, lantaran bulan Oktober masih merupakan musim kemarau. Sehingga, produksi garam masih terus berlanjut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, di tahun 2018, produksi garam dimulai sejak bulan Juni. Memang sempat minim produksi di awal kemarau, karena masih sering mendung.

Namun, kemudian produksi mulai tinggi sejak Juli sampai September. Produksi tertinggi tercatat pada September yang mencapai 6.199 ton produksi garam.

Dengan sisa musim kemarau yang diprediksi sampai Oktober. Dinas Perikanan optimis sisa target sekitar 2.500 ton bisa tercapai. Sehingga, target total sebanyak 15.250 bisa terealisasi.

“Karena September dan Oktober ini masih puncak kemarau dan puncak produksi garam. Jadi, kami optimistis bulan Oktober ini produksi masih tetap tinggi dan bisa melampaui target produksi,” jelasnya.

Di sisi lain, harga garam mulai turun. Sebab, saat ini sudah memasuki puncak panen. Dari awalnya Rp 2.000 per kilogramnya menjadi Rp 950 – Rp 1.000 per kilogram.

“Karena hukum ekonomi, saat panen raya pasokan garam berlimpah, sehingga harga garam turun. Tapi semoga tidak sampai anjlok seperti tahun-tahun sebelumnya hingga Rp 300-400 per kilogram. Jadi, tahun ini harganya masih cukup bagus,” pungkasnya. (eka/fun)