alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

PPKM Darurat, Rupbasan Pasuruan Sterilisasi Ruangan-Benda Sitaan

BUGUL KIDUL, Radar Bromo Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, juga berlaku di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pasuruan. Selama penghentian penitipan barang bukti sitaan, Rupbasan melakukan sterilisasi ruangan dan gudang.

Kemarin (11/7) pagi, Rupbasan melalukan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan. Serta, melakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk.

Kepala Rupbasan Kelas II Pasuruan Sugeng Bahrul Hairudin mengatakan, selama PPKM, pihaknya tidak menerima tamu dari aparat penegak hukum untuk menitipkan barang bukti. Ataupun, pengambilan barang bukti oleh pemiliknya.

Langkah ini bertujuan mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, berupa PPKM. Agar penyebaran Covid-19 benar-benar bisa ditekan. Namun, informasi mengenai barang bukti masih bisa diakses melalui situs resmi.

Selama PPKM, pihaknya berupaya agar Rupbasan steril. Harapannya, aparat penegak hukum dan masyarakat bisa mengambil barang bukti sitaan tanpa khawatir terpapar Covid saat PPKM sudah berakhir.

Karenanya, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Mulai dari kantor, halaman, hingga gudang penyimpanan barang bukti.

“Apalagi usai PPKM ada APH (aparat penegak hukum) dari Kejari Kota Surabaya, mau mengambil barang bukti sitaan berupa 28 unit mobil. Saat mereka datang, kami bisa lebih tidak khawatir karena sudah steril,” ungkapnya.

Selain mencegah korona, Rupbasan juga di-fogging untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Apalagi, gudang dipenuhi barang bukti yang bisa saja menjadi sarang nyamuk.

“Tadi, pegawai Rupbasan kami kerahkan untuk lakukan fogging seluruh ruangan. Usai PPKM berakhir, semua tidak perlu khawatir saat datang ke Rupbasan,” jelas Sugeng. (riz/rud)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, juga berlaku di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pasuruan. Selama penghentian penitipan barang bukti sitaan, Rupbasan melakukan sterilisasi ruangan dan gudang.

Kemarin (11/7) pagi, Rupbasan melalukan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan. Serta, melakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk.

Kepala Rupbasan Kelas II Pasuruan Sugeng Bahrul Hairudin mengatakan, selama PPKM, pihaknya tidak menerima tamu dari aparat penegak hukum untuk menitipkan barang bukti. Ataupun, pengambilan barang bukti oleh pemiliknya.

Langkah ini bertujuan mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, berupa PPKM. Agar penyebaran Covid-19 benar-benar bisa ditekan. Namun, informasi mengenai barang bukti masih bisa diakses melalui situs resmi.

Selama PPKM, pihaknya berupaya agar Rupbasan steril. Harapannya, aparat penegak hukum dan masyarakat bisa mengambil barang bukti sitaan tanpa khawatir terpapar Covid saat PPKM sudah berakhir.

Karenanya, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Mulai dari kantor, halaman, hingga gudang penyimpanan barang bukti.

“Apalagi usai PPKM ada APH (aparat penegak hukum) dari Kejari Kota Surabaya, mau mengambil barang bukti sitaan berupa 28 unit mobil. Saat mereka datang, kami bisa lebih tidak khawatir karena sudah steril,” ungkapnya.

Selain mencegah korona, Rupbasan juga di-fogging untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Apalagi, gudang dipenuhi barang bukti yang bisa saja menjadi sarang nyamuk.

“Tadi, pegawai Rupbasan kami kerahkan untuk lakukan fogging seluruh ruangan. Usai PPKM berakhir, semua tidak perlu khawatir saat datang ke Rupbasan,” jelas Sugeng. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/