alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

PPKM Darurat, Kursi Kereta Hanya Terisi 30 Persen

PASURUAN, Radar Bromo Jumlah penumpang kereta api (KA) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, turun drastis. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, mencatat penumpang hanya berkisar 20-30 persen dari kapasitas KA.

Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Tohari mengatakan, selama PPKM Darurat, PT KAI tetap melayani penumpang. Namun, jumlahnya dibatasi 70 persen dari kapasitas normal. Karenanya, setiap harinya hanya melayani maksimal 1.335 penumpang.

Selama PPKM Darurat, rata-rata jumlah penumpang harian hanya 20-30 persen. Atau, 390 penumpang dari seluruh stasiun mulai Stasiun Ketapang hingga Stasiun Pasuruan. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebelum PPKM Darurat. Jumlah penumpang bisa mencapai 50 persen dari kapasitas maksimal.

“Menurun memang. Sebenarnya, ini bagus. Artinya, masyarakat mengikuti aturan pemerintah untuk tidak bepergian jika tidak dibutuhkan,” ujarnya.

Tohari menjelaskan, selama PPKM Darurat diberlakukan, pelaksanaan protokoler kesehatan (prokes) juga sudah baik. PT KAI Daop 9 tidak menemukan penumpang yang tidak bisa melanjutkan perjalanannya, karena persyaratan yang diminta. Seperti, penggunaan masker tiga lapis atau masker kain dan surat keterangan telah divaksin dan bebas Covid-19.

“Kami berharap masyarakat taat aturan prokes. Jika memang diharuskan untuk mobilitas, penuhi persyaratan yang diminta. Kami juga meminta penumpang KA taat saat berada di stasiun dan selama perjalanan hingga sampai tujuan,” ujarnya. (riz/rud)

PASURUAN, Radar Bromo Jumlah penumpang kereta api (KA) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, turun drastis. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, mencatat penumpang hanya berkisar 20-30 persen dari kapasitas KA.

Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Tohari mengatakan, selama PPKM Darurat, PT KAI tetap melayani penumpang. Namun, jumlahnya dibatasi 70 persen dari kapasitas normal. Karenanya, setiap harinya hanya melayani maksimal 1.335 penumpang.

Selama PPKM Darurat, rata-rata jumlah penumpang harian hanya 20-30 persen. Atau, 390 penumpang dari seluruh stasiun mulai Stasiun Ketapang hingga Stasiun Pasuruan. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebelum PPKM Darurat. Jumlah penumpang bisa mencapai 50 persen dari kapasitas maksimal.

“Menurun memang. Sebenarnya, ini bagus. Artinya, masyarakat mengikuti aturan pemerintah untuk tidak bepergian jika tidak dibutuhkan,” ujarnya.

Tohari menjelaskan, selama PPKM Darurat diberlakukan, pelaksanaan protokoler kesehatan (prokes) juga sudah baik. PT KAI Daop 9 tidak menemukan penumpang yang tidak bisa melanjutkan perjalanannya, karena persyaratan yang diminta. Seperti, penggunaan masker tiga lapis atau masker kain dan surat keterangan telah divaksin dan bebas Covid-19.

“Kami berharap masyarakat taat aturan prokes. Jika memang diharuskan untuk mobilitas, penuhi persyaratan yang diminta. Kami juga meminta penumpang KA taat saat berada di stasiun dan selama perjalanan hingga sampai tujuan,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/