alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pokdarwis Kunci Wisata Desa tapi Belum Banyak di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Wisata-wisata desa bermunculan di berbagai daerah. Namun, wisata desa itu belum dikelola secara optimal. DPRD Kabupaten Pasuruan mendesak Pemkab Pasuruan mendorong pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk mengembangkan wisata desa.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Arifin memandang keberadaan pokdarwis memang sangat penting. Sebab, potensi masyarakat itu menjadi media dalam menumbuhkan wisata-wisata lokal. Sayangnya, belum semua desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan memiliki pokdarwis.

”Kami harapkan pemkab bisa mendorong tumbuhnya pokdarwis,” tuturnya. Pemkab, lanjut Arifin, perlu mendampingi masyarakat agar muncul pokdarwis di setiap desa. Kalau pokdarwis terbentuk, peluang mengembangkan wisata desa semakin terbuka.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengakui, belum semua desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan memiliki pokdarwis. Di antara 365 desa dan kelurahan, baru di 54 desa atau kelurahan terbentuk Pokdarwis. Misalnya, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.

Eka menambahkan, pokdarwis dibentuk masyarakat setempat yang peduli pada wisata lokal. Pemkab mendukung dari sisi legalitasnya. Memang, keberadaan pokdarwis diperlukan agar wisata-wisata lokal bisa terangkat.

”Makanya kami akan memberikan pendampingan-pendampingan,” ujarnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Wisata-wisata desa bermunculan di berbagai daerah. Namun, wisata desa itu belum dikelola secara optimal. DPRD Kabupaten Pasuruan mendesak Pemkab Pasuruan mendorong pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk mengembangkan wisata desa.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Arifin memandang keberadaan pokdarwis memang sangat penting. Sebab, potensi masyarakat itu menjadi media dalam menumbuhkan wisata-wisata lokal. Sayangnya, belum semua desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan memiliki pokdarwis.

”Kami harapkan pemkab bisa mendorong tumbuhnya pokdarwis,” tuturnya. Pemkab, lanjut Arifin, perlu mendampingi masyarakat agar muncul pokdarwis di setiap desa. Kalau pokdarwis terbentuk, peluang mengembangkan wisata desa semakin terbuka.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengakui, belum semua desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan memiliki pokdarwis. Di antara 365 desa dan kelurahan, baru di 54 desa atau kelurahan terbentuk Pokdarwis. Misalnya, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.

Eka menambahkan, pokdarwis dibentuk masyarakat setempat yang peduli pada wisata lokal. Pemkab mendukung dari sisi legalitasnya. Memang, keberadaan pokdarwis diperlukan agar wisata-wisata lokal bisa terangkat.

”Makanya kami akan memberikan pendampingan-pendampingan,” ujarnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/