alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Akhir Juni Mulai Keruk Kali Petung

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Kekhawatiran masyarakat sekitar Kali Petung segera terjawab. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen segera mengeruk sungai tersebut. Dinas PU Penataan Ruang Kota Pasuruan siap mengangkut tanah bekas kerukan dari sungai. Juni mulai pengerukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Muhammad Gustap menyatakan, normalisasi Kali Petung bakal dilakukan sesuai rencana. BBWS memastikan normalisasi dilaksanakan akhir Juni.

Dalam sungai yang dangkal dan lebar sungai yang menyempit akan dinormalkan. Endapan sungai akan diangkat ke daratan. Alat berat untuk normalisasi disiapkan oleh BBWS. Alat-alat itu akan turun ke kali mengangkat endapan.

Untuk apa hasil kerukan sungai? Pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 60 juta untuk mengangkutnya. Pembuangan kerukan hasil normalisasi akan dibagi menjadi dua. Yang tanah akan dibuang ke samping sungai.

Selain itu, hasil normalisasi akan diberikan untuk kegiatan sosial yang membutuhkan urukan tanah. Misalnya, fasilitas umum (fasum) milik pemerintah. Sementara, hasil normalisasi berupa bambu, plastik, atau sampah lain akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Normalisasi Kali Petung dilakukan karena sungai itu mengalami pendangkalan yang sangat parah. Sering air bah meluap saat hujan deras terjadi. ”Tentu kami sangat senang jika ada normalisasi Kali Petung,” kata Khalimatus Sa’diyah, warga RT/RW 5/5 Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul. Dia mengeluh rumahnya banjir pada musim hujan lalu. Padahal, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah. (riz/far)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Kekhawatiran masyarakat sekitar Kali Petung segera terjawab. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen segera mengeruk sungai tersebut. Dinas PU Penataan Ruang Kota Pasuruan siap mengangkut tanah bekas kerukan dari sungai. Juni mulai pengerukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Muhammad Gustap menyatakan, normalisasi Kali Petung bakal dilakukan sesuai rencana. BBWS memastikan normalisasi dilaksanakan akhir Juni.

Dalam sungai yang dangkal dan lebar sungai yang menyempit akan dinormalkan. Endapan sungai akan diangkat ke daratan. Alat berat untuk normalisasi disiapkan oleh BBWS. Alat-alat itu akan turun ke kali mengangkat endapan.

Untuk apa hasil kerukan sungai? Pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 60 juta untuk mengangkutnya. Pembuangan kerukan hasil normalisasi akan dibagi menjadi dua. Yang tanah akan dibuang ke samping sungai.

Selain itu, hasil normalisasi akan diberikan untuk kegiatan sosial yang membutuhkan urukan tanah. Misalnya, fasilitas umum (fasum) milik pemerintah. Sementara, hasil normalisasi berupa bambu, plastik, atau sampah lain akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Normalisasi Kali Petung dilakukan karena sungai itu mengalami pendangkalan yang sangat parah. Sering air bah meluap saat hujan deras terjadi. ”Tentu kami sangat senang jika ada normalisasi Kali Petung,” kata Khalimatus Sa’diyah, warga RT/RW 5/5 Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul. Dia mengeluh rumahnya banjir pada musim hujan lalu. Padahal, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/