alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Lebaran, Warga Binaan Lapas Pasuruan Tetap Dilarang Bertemu Keluarga

PURWOREJO, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Karenanya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan tetap membatasi kunjungan dari keluarga warga binaan. Termasuk ketika Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Warga binaan tetap dilarang bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan keluarganya. Bila mengirim makanan, hanya boleh dititipkan kepada petugas Lapas. Nantinya, petugas yang akan menyampaikan kepada warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Kuswanto mengatakan, pertemuan tatap muka saat Lebaran, tetap ditiadakan. Hal ini mempertimbangkan keamanan lapas. Masa pandemi masih belum berakhir.

“Kami sudah menyosialisasikan ke pada keluarga warga binaan. Mereka paham. Tapi, kami tetap menerima titipan makanan saat Lebaran dari pihak keluarga,” ujarnya.

Namun, tidak semua makanan diperbolehkan diterima warga binaan. Sejumlah makanan, seperti makanan kemasan maupun cabai tidak boleh. Ini demi keamanan dan kondusivitas di lapas. Di luar itu, pihak keluarga dapat menitipkannya pada petugas jaga.

Tentunya makanan yang dikirim harus melewati prosedur terlebih dahulu. Jika memang aman, maka titipan ini akan diserahkan kepada warga binaan. “Ada beberapa makanan yang kami tolak masuk lapas. Namun, kami pastikan pihak keluarga sudah paham karena kami rutin menyampaikannya pada mereka,” ujar Yhoga. (riz/rud)

PURWOREJO, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Karenanya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan tetap membatasi kunjungan dari keluarga warga binaan. Termasuk ketika Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Warga binaan tetap dilarang bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan keluarganya. Bila mengirim makanan, hanya boleh dititipkan kepada petugas Lapas. Nantinya, petugas yang akan menyampaikan kepada warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Kuswanto mengatakan, pertemuan tatap muka saat Lebaran, tetap ditiadakan. Hal ini mempertimbangkan keamanan lapas. Masa pandemi masih belum berakhir.

“Kami sudah menyosialisasikan ke pada keluarga warga binaan. Mereka paham. Tapi, kami tetap menerima titipan makanan saat Lebaran dari pihak keluarga,” ujarnya.

Namun, tidak semua makanan diperbolehkan diterima warga binaan. Sejumlah makanan, seperti makanan kemasan maupun cabai tidak boleh. Ini demi keamanan dan kondusivitas di lapas. Di luar itu, pihak keluarga dapat menitipkannya pada petugas jaga.

Tentunya makanan yang dikirim harus melewati prosedur terlebih dahulu. Jika memang aman, maka titipan ini akan diserahkan kepada warga binaan. “Ada beberapa makanan yang kami tolak masuk lapas. Namun, kami pastikan pihak keluarga sudah paham karena kami rutin menyampaikannya pada mereka,” ujar Yhoga. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/