alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Jelang Lebaran, Barbershop Kebonagung Ramai Pengunjung

PURWOREJO, Radar Bromo – “Wayahe Nang Bonagung Le. Rambutmu wes sak kuping. Riyoyo meh cidek (Waktunya ke kios pasar Kebonagung. Rambutmu sudah sebatas telinga. Hari Lebaran hampir tiba),” kata Nunik sembari menyerahkan tiga lembar uang pecahan Rp 5 ribuan kepada Rangga. Dalam sekejap, Rangga meluncur dengan motornya menuju di Pasar Kebonagung.

Rangga adalah salah satu dari banyaknya pelanggan, yang hendak memangkas rambutnya, di kios potong rambut Pasar Kebonagung. Kios yang kini bernama Barbershop Kebonagung itu, kini memang ramai. Padahal jarum jam saat itu baru menunjukkan pukul 08.05.

Di tempat ini warga terlihat sedang duduk mengantre di deretan stan potong rambut. Di tiap stan, para tukang jasa cukur juga tengah sibuk mencukur rambut para pelanggan mereka masing-masing.

Wildan, 34, salah satu pekerja jasa potong rambut di tempat itu mengungkapkan, pengunjung di tempatnya mulai ramai sejak tiga hari belakangan. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah menjadi kebiasaan saat mendekati Lebaran. Dalam sehari saja, ia bersama rekannya bisa mendapatkan 20 hingga 30 orang pelanggan. Ia memprediksi puncak ramainya nanti saat malam takbiran.

“Rata-rata model kerja di sini menggunakan sistem shift. Terbagi menjadi menjadi dua, yakni siang dan malam. Alhamdulillah, dua-tiga harian ini sudah mulai ramai,” ungkap pria yang tinggal di Lingkungan Perum Tambakyudan, Kelurahan Kebonagung, Kota Pasuruan ini.

Meski terlihat ada peningkatan keramaian, Wildan menyebutkan, jelang Lebaran tahun ini tak jauh beda dengan tahun kemarin. Pemasukannya turun hingga 50 persen, saat pandemi.

“Kalau sebelum pandemi bisa sampai 50-60 orang. Sekarang ini kebanyakan yang potong saat ini usia dewasa. Kalau dua tahun lalu kan barengan semua. Ya lebaran, ya masuk liburan sekolah usai Lebaran. Jadinya ramai oleh anak-anak yang mau potong rambut,” kata Wildan.

Kondisi serupa juga dirasakan Imam, 40. Pria yang akrab dengan panggilan Imade mengungkapkan, selain masih liburan sekolah, larangan mudik juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah pelanggan yang datang.

“Biasanya kan banyak yang pulang, banyak yang kesini. Karena mudik tidak diperbolehkan, ya mau gimana lagi,” ungkap Imam yang sudah lebih 10 tahun menggeluti profesi ini.

Meski demikian ia tetap bersyukur lantaran masih diberikan berkah rezeki menjelang perayaan hari Raya Idul Fitri. Dalam sehari-semalam, stan tempatnya bekerja bisa kedatangan 30-an pelanggan. Ongkos jasa potong di kawasan ini pun terbagi menjadi dua golongan. Yaitu untuk dewasa Rp 13-15 ribu dan untuk anak-anak Rp 10 hingga Rp 13 ribu.

Sementara itu, Yudi, 47, salah satu pelanggan potong rambut di Barbershop Kebonagung mengatakan, dirinya terbiasa rutin kalau jelang Lebaran selalu memangkas rambut di Barbershop pasar Kebonagung. Pria yang tinggal di Perumnas Bugulkidul Kota Pasuruan ini mengungkapkan, selain agar terlihat ganteng dan rapi, membersihkan tubuh sekaligus merapikan rambut juga merupakan salah satu bagian dari ibadah sunnah. (ube/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – “Wayahe Nang Bonagung Le. Rambutmu wes sak kuping. Riyoyo meh cidek (Waktunya ke kios pasar Kebonagung. Rambutmu sudah sebatas telinga. Hari Lebaran hampir tiba),” kata Nunik sembari menyerahkan tiga lembar uang pecahan Rp 5 ribuan kepada Rangga. Dalam sekejap, Rangga meluncur dengan motornya menuju di Pasar Kebonagung.

Rangga adalah salah satu dari banyaknya pelanggan, yang hendak memangkas rambutnya, di kios potong rambut Pasar Kebonagung. Kios yang kini bernama Barbershop Kebonagung itu, kini memang ramai. Padahal jarum jam saat itu baru menunjukkan pukul 08.05.

Di tempat ini warga terlihat sedang duduk mengantre di deretan stan potong rambut. Di tiap stan, para tukang jasa cukur juga tengah sibuk mencukur rambut para pelanggan mereka masing-masing.

Wildan, 34, salah satu pekerja jasa potong rambut di tempat itu mengungkapkan, pengunjung di tempatnya mulai ramai sejak tiga hari belakangan. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah menjadi kebiasaan saat mendekati Lebaran. Dalam sehari saja, ia bersama rekannya bisa mendapatkan 20 hingga 30 orang pelanggan. Ia memprediksi puncak ramainya nanti saat malam takbiran.

“Rata-rata model kerja di sini menggunakan sistem shift. Terbagi menjadi menjadi dua, yakni siang dan malam. Alhamdulillah, dua-tiga harian ini sudah mulai ramai,” ungkap pria yang tinggal di Lingkungan Perum Tambakyudan, Kelurahan Kebonagung, Kota Pasuruan ini.

Meski terlihat ada peningkatan keramaian, Wildan menyebutkan, jelang Lebaran tahun ini tak jauh beda dengan tahun kemarin. Pemasukannya turun hingga 50 persen, saat pandemi.

“Kalau sebelum pandemi bisa sampai 50-60 orang. Sekarang ini kebanyakan yang potong saat ini usia dewasa. Kalau dua tahun lalu kan barengan semua. Ya lebaran, ya masuk liburan sekolah usai Lebaran. Jadinya ramai oleh anak-anak yang mau potong rambut,” kata Wildan.

Kondisi serupa juga dirasakan Imam, 40. Pria yang akrab dengan panggilan Imade mengungkapkan, selain masih liburan sekolah, larangan mudik juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah pelanggan yang datang.

“Biasanya kan banyak yang pulang, banyak yang kesini. Karena mudik tidak diperbolehkan, ya mau gimana lagi,” ungkap Imam yang sudah lebih 10 tahun menggeluti profesi ini.

Meski demikian ia tetap bersyukur lantaran masih diberikan berkah rezeki menjelang perayaan hari Raya Idul Fitri. Dalam sehari-semalam, stan tempatnya bekerja bisa kedatangan 30-an pelanggan. Ongkos jasa potong di kawasan ini pun terbagi menjadi dua golongan. Yaitu untuk dewasa Rp 13-15 ribu dan untuk anak-anak Rp 10 hingga Rp 13 ribu.

Sementara itu, Yudi, 47, salah satu pelanggan potong rambut di Barbershop Kebonagung mengatakan, dirinya terbiasa rutin kalau jelang Lebaran selalu memangkas rambut di Barbershop pasar Kebonagung. Pria yang tinggal di Perumnas Bugulkidul Kota Pasuruan ini mengungkapkan, selain agar terlihat ganteng dan rapi, membersihkan tubuh sekaligus merapikan rambut juga merupakan salah satu bagian dari ibadah sunnah. (ube/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/