alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Perbaiki Infrastruktur Jalan di Pelabuhan Pasuruan demi Wisata Bahari

PASURUAN, Radar Bromo – Pelabuhan Pasuruan pernah berjaya pada abad ke-19. Namanya terkenal sebagai Pelabuhan Tanjung Tembikar. Kejayaan dermaga laut itu akan dibangkitkan kembali. Pemkot Pasuruan serius mengembangkan wisata di kawasan utara Kota Pasuruan tersebut. Pembenahan infrastruktur mulai dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gustap Purwoko mengatakan, dinasnya kini berkonsentrasi menggarap infrastruktur penunjang kawasan wisata bahari. Yaitu, akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Sebab, pengembangan wisata harus ditunjang dengan kondisi jalan yang memadai.

Selama ini, lanjut dia, kondisi jalan di kawasan pelabuhan kurang nyaman untuk dilewati. Belum tersentuh perbaikan. Sebab, sepanjang jalan akses ke pelabuhan merupakan wilayah Pelindo.

”Sekarang kan sudah ada kerja sama antara Pak Wali Kota dengan Pelindo, termasuk mengenai wisata bahari. Kami bisa ikut andil mempercantik kawasan pelabuhan,” ungkap Gustap.

Pengembangan wisata bahari memang perlu waktu panjang. Perlu intergrasi lintas sektor. Pariwisata memang menjadi daya tarik utama. Namun, ada sektor lain yang juga harus disiapkan agar kawasan tersebut banyak dilirik orang. Misalnya, pusat kuliner dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

”Untuk tahap awal, kami benahi jalan akses utama menuju kawasan yang akan dijadikan wisata bahari,” kata Gustap.

PASURUAN, Radar Bromo – Pelabuhan Pasuruan pernah berjaya pada abad ke-19. Namanya terkenal sebagai Pelabuhan Tanjung Tembikar. Kejayaan dermaga laut itu akan dibangkitkan kembali. Pemkot Pasuruan serius mengembangkan wisata di kawasan utara Kota Pasuruan tersebut. Pembenahan infrastruktur mulai dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gustap Purwoko mengatakan, dinasnya kini berkonsentrasi menggarap infrastruktur penunjang kawasan wisata bahari. Yaitu, akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Sebab, pengembangan wisata harus ditunjang dengan kondisi jalan yang memadai.

Selama ini, lanjut dia, kondisi jalan di kawasan pelabuhan kurang nyaman untuk dilewati. Belum tersentuh perbaikan. Sebab, sepanjang jalan akses ke pelabuhan merupakan wilayah Pelindo.

”Sekarang kan sudah ada kerja sama antara Pak Wali Kota dengan Pelindo, termasuk mengenai wisata bahari. Kami bisa ikut andil mempercantik kawasan pelabuhan,” ungkap Gustap.

Pengembangan wisata bahari memang perlu waktu panjang. Perlu intergrasi lintas sektor. Pariwisata memang menjadi daya tarik utama. Namun, ada sektor lain yang juga harus disiapkan agar kawasan tersebut banyak dilirik orang. Misalnya, pusat kuliner dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

”Untuk tahap awal, kami benahi jalan akses utama menuju kawasan yang akan dijadikan wisata bahari,” kata Gustap.

MOST READ

BERITA TERBARU

/