alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Dua Bulan, Catat Sudah Tujuh Kali Banjir Terjadi di Kota Pasuruan

PURWOREJO, Radar Bromo– Intensitas hujan yang tinggi membuat bencana banjir masih akrab terjadi di Kota Pasuruan. Sepanjang dua bulan di sepanjang 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut ada tujuh kali peristiwa banjir melanda Kota Pasuruan. Paling banyak karena luapan Kali Petung.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, banjir tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu didominasi oleh luapan Kali Welang, namun tahun ini karena luapan Kali Petung. Enam kali bencana banjir terjadi disebabkan luapan Kalai Petung, sementara satu lainnya Kali Welang.

“Kali Welang baru saja di lakukan normalisasi oleh Pemprov, jadi berdampak besar. Hanya sekali banjir yang dikarenakan luapan Kali Welang. Ada sekali Kali Gembong Meluap dan kejadiannya bersamaan dengan Kali Petung meluap,” ungkapnya.

Catur menjelaskan, bencana banjir masih berpotensi terjadi di sisa penghujan ini. Pihaknya berharap agar masyarakat tetap waspada, utamanya yang berada di dekat aliran sungai besar. Yakni Kali Gembong, Welang dan Petung.

“Kami sudah membekali relawan di tiap kelurahan yang masuk tangguh bencana cara cara saat bencana terjadi, seperti evakuasi, penanganan pra dan pasca. Sehingga bisa meminimalisir dampak,” beber Catur. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo– Intensitas hujan yang tinggi membuat bencana banjir masih akrab terjadi di Kota Pasuruan. Sepanjang dua bulan di sepanjang 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut ada tujuh kali peristiwa banjir melanda Kota Pasuruan. Paling banyak karena luapan Kali Petung.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, banjir tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu didominasi oleh luapan Kali Welang, namun tahun ini karena luapan Kali Petung. Enam kali bencana banjir terjadi disebabkan luapan Kalai Petung, sementara satu lainnya Kali Welang.

“Kali Welang baru saja di lakukan normalisasi oleh Pemprov, jadi berdampak besar. Hanya sekali banjir yang dikarenakan luapan Kali Welang. Ada sekali Kali Gembong Meluap dan kejadiannya bersamaan dengan Kali Petung meluap,” ungkapnya.

Catur menjelaskan, bencana banjir masih berpotensi terjadi di sisa penghujan ini. Pihaknya berharap agar masyarakat tetap waspada, utamanya yang berada di dekat aliran sungai besar. Yakni Kali Gembong, Welang dan Petung.

“Kami sudah membekali relawan di tiap kelurahan yang masuk tangguh bencana cara cara saat bencana terjadi, seperti evakuasi, penanganan pra dan pasca. Sehingga bisa meminimalisir dampak,” beber Catur. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/