alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Pamit Ngarit, Warga Tutur Ditemukan Meninggal di Kebun  

TUTUR, Radar BromoAgenda Karnoto, 55, mencari rumput berujung tragedi, Rabu (10/2). Warga Dusun Banyusari, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan ini ditemukan meninggal di kebun di desanya sekitar pukul 21.00.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban keluar rumah sejak pagi hari sekitar pukul 07.00. Tiap hari, korban memang kerap mencari rumput.

Namun saat itu, hingga petang Karnoto tak kunjung pulang. “Paginya sempat pamit ke keluarganya untuk cari rumput. Ditunggu hingga malam hari tidak pulang. Akhirnya keluarga dan warga lainnya melakukan pencarian. Saat itulah, berhasil menemukan korban meninggal di kebun,” ungkap Kades Blarang Darwanto.

Mengetahui korbannya tewas, warga dan Pemdes Blarang sejurus kemudian menghubungi Polsek Nongkojajar. Seketika itu juga meluncur dan datang ke TKP bersama tim medis dari puskesmas setempat untuk melakukan evakuasi.

Pihak keluarga sendiri menolak jenazah korban dibawa ke rumah sakit. Keluarga pun membuat surat pernyataan terkait hal itu dan langsung menguburkan jenazah.

“Korban meninggal karena jatuh terperosok. Ada luka benturan benda tumpul mengenai sekitar kepala dan pelipis mata. Korban selama ini juga memiliki riyawat sakit,” beber Kanitreskrim Polsek Nongkojajar Aipda Akhdian Pramono. (zal/mie)

 

 

 

TUTUR, Radar BromoAgenda Karnoto, 55, mencari rumput berujung tragedi, Rabu (10/2). Warga Dusun Banyusari, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan ini ditemukan meninggal di kebun di desanya sekitar pukul 21.00.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban keluar rumah sejak pagi hari sekitar pukul 07.00. Tiap hari, korban memang kerap mencari rumput.

Namun saat itu, hingga petang Karnoto tak kunjung pulang. “Paginya sempat pamit ke keluarganya untuk cari rumput. Ditunggu hingga malam hari tidak pulang. Akhirnya keluarga dan warga lainnya melakukan pencarian. Saat itulah, berhasil menemukan korban meninggal di kebun,” ungkap Kades Blarang Darwanto.

Mengetahui korbannya tewas, warga dan Pemdes Blarang sejurus kemudian menghubungi Polsek Nongkojajar. Seketika itu juga meluncur dan datang ke TKP bersama tim medis dari puskesmas setempat untuk melakukan evakuasi.

Pihak keluarga sendiri menolak jenazah korban dibawa ke rumah sakit. Keluarga pun membuat surat pernyataan terkait hal itu dan langsung menguburkan jenazah.

“Korban meninggal karena jatuh terperosok. Ada luka benturan benda tumpul mengenai sekitar kepala dan pelipis mata. Korban selama ini juga memiliki riyawat sakit,” beber Kanitreskrim Polsek Nongkojajar Aipda Akhdian Pramono. (zal/mie)

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/