alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Pastikan Banjir di Kota Pasuruan Sudah Surut

PASURUAN, Radar Bromo Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pasuruan, dipastikan sudah surut. Kepastian itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

“Sudah surut semua. Tidak ada perkampungan yang masih terendam banjir,” ujarnya, Rabu (12/1) siang.

Selasa (11/1), wilayah Kota Pasuruan dan sekitarnya diguyur hujan deras. Bahkan, Jembatan Bok Wedi di Jalan Juanda sempat ditutup karena air meluap. Dua jam kemudian air surut dan kendaraan bisa kembali melintas.

Banjir Juga Landa Kota Pasuruan, Tiga Kecamatan Tergenang

Luapan air waktu itu juga menggenangi permukiman di Perkampungan Kejobo Kidul. Air tingginya sekitar 5-10 sentimeter. Air mulai masuk sekitar pukul 17.00 dan surut sekitar pukul 19.00. “Tidak sampai menggenang. Hanya lewat sajam-dua jam, kemudian sudah surut,” tuturnya.

Samsul menjelaskan, setelah jalan di Jembatan Bok Wedi surut, pihaknya langsung mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan sisa material lumpur. Agar jalan tidak licin dan membahayakan pengendara. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami masih melakukan asesmen kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya. (sid/rud)

PASURUAN, Radar Bromo Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pasuruan, dipastikan sudah surut. Kepastian itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

“Sudah surut semua. Tidak ada perkampungan yang masih terendam banjir,” ujarnya, Rabu (12/1) siang.

Selasa (11/1), wilayah Kota Pasuruan dan sekitarnya diguyur hujan deras. Bahkan, Jembatan Bok Wedi di Jalan Juanda sempat ditutup karena air meluap. Dua jam kemudian air surut dan kendaraan bisa kembali melintas.

Banjir Juga Landa Kota Pasuruan, Tiga Kecamatan Tergenang

Luapan air waktu itu juga menggenangi permukiman di Perkampungan Kejobo Kidul. Air tingginya sekitar 5-10 sentimeter. Air mulai masuk sekitar pukul 17.00 dan surut sekitar pukul 19.00. “Tidak sampai menggenang. Hanya lewat sajam-dua jam, kemudian sudah surut,” tuturnya.

Samsul menjelaskan, setelah jalan di Jembatan Bok Wedi surut, pihaknya langsung mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan sisa material lumpur. Agar jalan tidak licin dan membahayakan pengendara. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami masih melakukan asesmen kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/